JurnalLugas.Com — Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, mulai mempertegas strategi ekspansi kendaraan listrik globalnya dengan memastikan kehadiran mobil listrik hatchback terbaru, Hyundai Ioniq 3. Model ini dijadwalkan masuk pasar Australia pada awal 2027, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi ke publik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hyundai dalam memperluas dominasi kendaraan listrik di berbagai segmen pasar, khususnya untuk kategori hatchback kompak yang semakin diminati konsumen perkotaan.
Hyundai Perluas Strategi Kendaraan Listrik Global
Direktur Penjualan Hyundai Motor Company Australia, David Rodda, menyebut kehadiran Ioniq 3 akan memperluas jangkauan kendaraan listrik Hyundai secara signifikan.
Menurut Rodda, lini kendaraan listrik Hyundai saat ini telah menjangkau sekitar 85 persen segmen pasar. Dengan hadirnya model baru, termasuk kendaraan komersial listrik Staria dan Ioniq 3, cakupan pasar tersebut ditargetkan meningkat hingga 96 persen.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Hyundai tengah mempercepat transisi menuju kendaraan listrik penuh, sekaligus memperkuat posisinya menghadapi kompetitor global.
Belum Diperkenalkan, Tapi Sudah Menarik Perhatian
Meski telah dikonfirmasi akan hadir, Hyundai masih merahasiakan spesifikasi resmi Ioniq 3, termasuk desain final, jarak tempuh, hingga performa mesin listriknya.
Sejauh ini, Hyundai baru menampilkan model konsep yang diperkenalkan pada September 2025 dan dijadwalkan tampil kembali dalam ajang Milan Design Week pada 20 April mendatang.
Mobil konsep yang dikenal sebagai Concept Three tersebut memiliki ukuran yang sebanding dengan beberapa hatchback populer seperti:
- Volkswagen Golf
- MG4
- Hyundai i30
Namun, sejumlah elemen desain futuristik seperti bodi lebar, kaca berwarna kuning, dan spoiler transparan kemungkinan akan mengalami perubahan saat masuk tahap produksi massal.
Berbagi Platform dengan Kia EV3?
Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Ioniq 3 kemungkinan berbagi platform dengan Kia EV3. Jika benar, model ini akan menggunakan platform E-GMP 400 volt yang sudah terbukti efisien dan kompetitif.
Berdasarkan spesifikasi EV3, Ioniq 3 kemungkinan akan hadir dengan dua pilihan baterai:
- Baterai 58 kWh dengan jarak tempuh sekitar 436 km
- Baterai 81 kWh dengan jarak tempuh hingga 604 km
Kedua varian tersebut diperkirakan menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda depan, menghasilkan tenaga sekitar 150 kW dan torsi 283 Nm.
Produksi di Turki, Harga Berpotensi Naik
Berbeda dengan EV3 yang diproduksi di Korea Selatan, Hyundai berencana memproduksi Ioniq 3 di Turki. Keputusan ini berpotensi memengaruhi harga jual akibat faktor logistik dan distribusi internasional.
Sebagai gambaran, Kia EV3 di Australia dipasarkan mulai sekitar Rp818 juta hingga Rp1,1 miliar. Dengan perbedaan lokasi produksi, harga Ioniq 3 kemungkinan sedikit lebih tinggi saat diluncurkan.
Segmen Hatchback Listrik Semakin Panas
Kehadiran Ioniq 3 diprediksi akan memperketat persaingan di segmen hatchback listrik global. Model ini akan bersaing langsung dengan berbagai pemain baru yang menawarkan harga kompetitif dan teknologi terbaru.
Dengan desain kompak, jarak tempuh panjang, dan teknologi mutakhir, Ioniq 3 berpotensi menjadi salah satu mobil listrik paling menarik di kelasnya pada 2027.
Hyundai sendiri tampak serius memperluas portofolio kendaraan listriknya, dari SUV besar hingga hatchback kompak, guna menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai segmen pasar.
Untuk informasi otomotif terbaru dan berita ekonomi terkini lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.com.
(KD)






