JurnalLugas.Com — Peta persaingan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia kembali memanas. Wuling Motors memperkenalkan model terbaru mereka, Wuling Eksion, sebuah SUV 7-penumpang yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern dengan dua opsi teknologi sekaligus: listrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Peluncuran ini menjadi langkah agresif Wuling dalam memperkuat lini elektrifikasi mereka, hanya berselang singkat setelah kehadiran Wuling Darion di pasar nasional pada akhir 2025. Tanpa banyak jeda, Eksion hadir sebagai evolusi yang lebih fleksibel dan menyasar segmen keluarga urban yang membutuhkan kendaraan serbaguna.
“Eksion menjadi SUV 7-seater pertama di Indonesia yang menawarkan dua pilihan teknologi elektrifikasi dalam satu model. Ini memberi kebebasan konsumen untuk menyesuaikan dengan kebutuhan harian,” ujar Aji Ibrahim dari tim perencanaan produk Wuling dalam keterangannya.
DNA Darion, Rasa SUV Lebih Matang
Secara desain dan fitur, Eksion tidak sepenuhnya baru. Model ini membawa banyak DNA dari Darion, namun dikembangkan dengan pendekatan SUV yang lebih matang. Suspensi depan McPherson dan belakang multi-link independen tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas sekaligus kenyamanan di berbagai kondisi jalan.
Interiornya dirancang dengan pendekatan modern dan fungsional. Layar sentuh utama berukuran 12,8 inci menjadi pusat kendali berbagai fitur kendaraan, dipadukan dengan panel instrumen digital 8,8 inci. Sistem ini mengintegrasikan kontrol hiburan, pendingin kabin, hingga kamera 360 derajat fitur yang kini semakin penting untuk mobilitas di area perkotaan yang padat.
Sentuhan warna walnut brown dan carbon black memperkuat kesan premium di dalam kabin, memberikan pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman tetapi juga berkelas.
Dimensi Ideal untuk Keluarga Aktif
Dari sisi ukuran, Eksion sedikit lebih proporsional sebagai SUV keluarga. Panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm memberikan ruang kabin yang lega. Wheelbase 2.810 mm juga memastikan distribusi ruang yang optimal, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga.
Kombinasi ini menjadikan Eksion tidak hanya cocok untuk penggunaan harian, tetapi juga perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
Performa Dua Pilihan, Satu Tujuan Efisiensi
Varian PHEV Eksion mengandalkan mesin bensin 1.5 liter yang dikombinasikan dengan motor listrik. Mesin konvensionalnya menghasilkan tenaga 105 hp dengan torsi 130 Nm, sementara motor listrik menyumbang tenaga tambahan sebesar 195 hp dan torsi 230 Nm. Perpaduan ini menciptakan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar dan performa responsif.
Sementara itu, versi listrik murni hadir dengan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Dalam pengujian standar CLTC, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam mode kombinasi angka yang cukup ambisius untuk segmen SUV elektrifikasi.
Strategi Wuling di Era Transisi Energi
Kehadiran Eksion menunjukkan strategi Wuling yang tidak hanya fokus pada elektrifikasi penuh, tetapi juga memberikan opsi transisi melalui teknologi hybrid. Langkah ini dinilai relevan di tengah infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia yang masih berkembang.
Dengan menghadirkan dua teknologi dalam satu model, Wuling mencoba menjembatani kebutuhan konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada charging station.
Eksion bukan sekadar tambahan produk, melainkan sinyal bahwa persaingan SUV elektrifikasi di Indonesia akan semakin dinamis dalam waktu dekat.
Baca selengkapnya berita otomotif terbaru hanya di JurnalLugas.Com
(TT)






