JurnalLugas.Com — Pemerintah Federal Australia resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan seluruh mobil listrik, hybrid, dan kendaraan berbahan bakar sel hidrogen yang baru diperkenalkan di pasar domestik untuk mengeluarkan suara buatan saat melaju dengan kecepatan rendah. Kebijakan ini akan efektif berlaku mulai 1 November 2025.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna jalan lain, terutama mereka yang memiliki gangguan penglihatan, dari risiko tabrakan dengan kendaraan yang hampir tidak bersuara.
Sistem Peringatan Akustik untuk Kendaraan Ramah Lingkungan
Kewajiban baru ini akan diterapkan melalui teknologi bernama Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS). Sistem tersebut membuat kendaraan mengeluarkan suara peringatan hingga kecepatan 20 kilometer per jam, termasuk saat bergerak di area parkir, persimpangan, atau jalan masuk perumahan.
Menurut peraturan baru, teknologi ini hanya wajib bagi model kendaraan baru yang bisa berjalan maju atau mundur tanpa menyalakan mesin pembakaran internal. Mobil listrik atau hybrid yang sudah beredar sebelum aturan diberlakukan tidak termasuk dalam kewajiban tersebut.
Seorang juru bicara dari Departemen Infrastruktur Australia (DI-AU) mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman dan inklusif.
“Kendaraan tanpa suara memang ramah lingkungan, namun kita juga perlu memastikan keselamatan bagi semua pengguna jalan,” ujar perwakilan DI-AU, dikutip Kamis (6/11).
Risiko Kecelakaan karena Kendaraan Senyap
Berbeda dengan mobil bensin atau diesel, kendaraan listrik dan hybrid cenderung lebih hening, terutama pada kecepatan rendah. Kondisi ini membuat mereka sulit terdengar oleh pejalan kaki dan pengguna sepeda.
Riset dari Vision Australia, sebuah organisasi advokasi bagi penyandang disabilitas penglihatan, menemukan bahwa 35% penyandang tunanetra pernah nyaris tertabrak oleh kendaraan listrik yang melintas tanpa suara.
“Bagi kami, suara kendaraan adalah sinyal keselamatan. Tanpa itu, risikonya meningkat signifikan,” ujar salah satu anggota Vision Australia (VA).
Dampak Ekonomi dan Keselamatan Jangka Panjang
Pemerintah Federal memperkirakan penerapan sistem AVAS dapat mencegah hingga 68 kematian, serta mengurangi 2.675 cedera serius dan 2.962 cedera ringan hingga tahun 2060. Dari sisi ekonomi, kebijakan ini juga diproyeksikan menghemat anggaran publik sebesar 208 juta dolar Australia.
Aturan serupa sejatinya telah diterapkan di beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Banyak produsen otomotif besar yang telah menambahkan teknologi AVAS secara standar pada lini kendaraan listrik mereka di pasar global, termasuk di Australia.
Kewajiban suara buatan pada mobil listrik dan hybrid di Australia menandai langkah penting dalam menyeimbangkan inovasi teknologi ramah lingkungan dengan keselamatan publik. Dengan penerapan sistem AVAS secara nasional mulai 2025, pemerintah berharap tingkat kecelakaan akibat kendaraan “senyap” dapat ditekan secara signifikan, tanpa mengurangi semangat transisi menuju masa depan transportasi berkelanjutan.
Sumber & Informasi Selengkapnya: JurnalLugas.Com






