Harga Emas Antam Turun Tajam di Awal Pekan, Investor Mulai Hitung Ulang Strategi

JurnalLugas.Com — Pergerakan harga emas batangan kembali menunjukkan dinamika di awal pekan. Pada Senin pagi, 27 April 2026, harga emas produksi Antam tercatat mengalami koreksi cukup dalam, memicu perhatian pelaku pasar dan investor ritel.

Harga emas berada di level Rp2.809.000 per gram, turun Rp16.000 dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat menyentuh Rp2.825.000 per gram. Penurunan ini juga diikuti oleh harga beli kembali (buyback) yang ikut terkoreksi menjadi Rp2.620.000 per gram.

Bacaan Lainnya

Seorang analis pasar logam mulia menyebutkan, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar, terutama dipengaruhi sentimen global. “Pergerakan harga emas saat ini masih sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi dunia dan nilai tukar. Investor perlu cermat membaca momentum,” ujarnya singkat.

Pajak dan Ketentuan Transaksi Masih Jadi Perhatian

Dalam transaksi emas batangan, aspek perpajakan tetap menjadi komponen penting yang perlu diperhatikan. Berdasarkan regulasi yang berlaku, setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan pemerintah.

Untuk transaksi penjualan kembali dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP, dan 3 persen bagi non-NPWP. Potongan ini langsung diambil dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenai PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi akan disertai bukti potong resmi sebagai bagian dari administrasi perpajakan.

Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Berikut daftar harga emas batangan terbaru berdasarkan pecahan:

  • 0,5 gram: Rp1.454.500
  • 1 gram: Rp2.809.000
  • 2 gram: Rp5.558.000
  • 3 gram: Rp8.312.000
  • 5 gram: Rp13.820.000
  • 10 gram: Rp27.585.000
  • 25 gram: Rp68.837.000
  • 50 gram: Rp137.595.000
  • 100 gram: Rp275.112.000
  • 250 gram: Rp687.515.000
  • 500 gram: Rp1.374.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.749.600.000

Investor Disarankan Tidak Reaktif

Penurunan harga emas di awal pekan ini dinilai belum tentu menjadi sinyal tren jangka panjang. Pelaku pasar disarankan untuk tidak mengambil keputusan secara reaktif.

“Emas tetap instrumen lindung nilai yang kuat. Koreksi seperti ini justru sering dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi,” tambah analis tersebut.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar secara berkala dan mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang dibanding spekulasi jangka pendek.

Harga emas sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global, sehingga penting bagi investor untuk selalu memperbarui informasi sebelum melakukan transaksi.

Baca selengkapnya berita ekonomi dan investasi terbaru di JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait