Rupiah Menguat Tapi Masih Hampir Rp18 ribu di Awal Pekan

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin pagi, 25 Mei 2026, menunjukkan penguatan tipis di tengah meningkatnya optimisme pasar keuangan domestik.

Mata uang Garuda tercatat naik 21 poin atau sekitar 0,12 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Penguatan tersebut membuat rupiah bergerak ke level Rp17.696 per dolar AS setelah sebelumnya berada di posisi Rp17.717 per dolar AS.

Bacaan Lainnya

Pergerakan positif rupiah pada awal pekan dinilai dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan stabilitas pasar keuangan nasional. Pelaku pasar mulai merespons perkembangan global yang cenderung lebih kondusif dibanding beberapa pekan terakhir.

Pengamat pasar uang, Dimas Prabowo, mengatakan penguatan rupiah mencerminkan mulai membaiknya kepercayaan investor terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Rupiah Anjlok, Menkeu Ucapan Prabowo soal Dolar Hanya untuk Hibur Rakyat

“Sentimen global yang lebih tenang memberi ruang bagi rupiah untuk bergerak positif, meski tekanan eksternal masih tetap ada,” ujarnya.

Selain faktor global, stabilitas pasar saham domestik juga disebut ikut menopang pergerakan rupiah. Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan dinilai membantu meningkatkan sentimen investor di pasar keuangan Indonesia.

Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi arus modal asing ke negara berkembang.

Analis ekonomi, Reza Mahendra, menilai rupiah masih memiliki peluang bergerak stabil apabila tekanan eksternal tidak kembali meningkat secara signifikan.

“Investor saat ini sangat sensitif terhadap isu geopolitik dan kebijakan moneter global. Karena itu pergerakan rupiah masih akan fluktuatif,” katanya.

Meski menguat, sejumlah analis mengingatkan nilai tukar rupiah tetap menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi dunia, harga komoditas, serta dinamika pasar keuangan internasional.

Baca Juga  Rupiah Keok dari Dolar AS Dihantam Penguatan Greenback dan Sentimen Global

Bank Indonesia sebelumnya juga terus menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter dan intervensi pasar apabila diperlukan.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan ini menjadi salah satu indikator bahwa pasar keuangan nasional masih mampu menjaga daya tahan di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.

Informasi ekonomi dan pasar keuangan terbaru lainnya dapat diakses melalui JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait