Kasus Ebola Meledak di Afrika, WHO Ratusan Infeksi Terkonfirmasi 10 Negara

JurnalLugas.Com – Ancaman wabah Ebola kembali menjadi perhatian dunia setelah kasus infeksi di kawasan Afrika terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Organisasi kesehatan internasional kini memperingatkan potensi penyebaran lintas negara yang dapat memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan bahwa proses pemantauan intensif yang dilakukan di Republik Demokratik Kongo berhasil menemukan ratusan kasus suspek Ebola.

Bacaan Lainnya

Menurut Tedros, hingga akhir pekan lalu, lebih dari 900 kasus dugaan infeksi telah teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 kasus dinyatakan positif Ebola setelah melalui pemeriksaan laboratorium.

“Kami terus meningkatkan pengawasan dan respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas,” kata Tedros dalam pernyataan resminya.

Situasi ini membuat lembaga kesehatan regional Afrika meningkatkan status kewaspadaan. Africa Centres for Disease Control and Prevention atau Africa CDC menilai wabah terbaru di Republik Demokratik Kongo dan Uganda berpotensi meluas ke sejumlah negara tetangga.

Baca Juga  Zionis Israel Semakin Gila Tak Berperikemanusiaan Halangi WHO Evakuasi Pasien Anak dari Rumah Sakit Indonesia Gaza

Direktur Africa CDC, Jean Kaseya, menyebut sedikitnya 10 negara Afrika kini berada dalam kategori risiko tinggi penyebaran Ebola. Negara-negara tersebut meliputi Sudan Selatan, Rwanda, Kenya, Zambia, Republik Afrika Tengah, Tanzania, Ethiopia, Angola, Republik Kongo, dan Burundi.

Peningkatan mobilitas penduduk lintas perbatasan disebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penularan virus mematikan tersebut. Selain itu, akses layanan kesehatan yang belum merata di beberapa wilayah Afrika juga dinilai menjadi tantangan serius dalam pengendalian wabah.

Ebola dikenal sebagai penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian tinggi apabila tidak segera ditangani. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau benda yang telah terkontaminasi.

Gejala awal Ebola biasanya menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat mengalami pendarahan internal maupun eksternal yang berisiko fatal.

Baca Juga  Israel Resmi Akui Kemerdekaan Somaliland, Picu Polemik Global dan Penolakan Regional

Sejumlah negara Afrika kini mulai memperketat pengawasan di pintu perbatasan, bandara, dan jalur perdagangan untuk mengantisipasi penyebaran virus lintas wilayah.

WHO bersama mitra kesehatan internasional juga terus mendorong distribusi vaksin, penguatan fasilitas medis darurat, serta pelacakan kontak terhadap warga yang pernah berinteraksi dengan pasien positif Ebola.

Para ahli kesehatan global mengingatkan bahwa wabah Ebola tidak hanya menjadi ancaman regional, tetapi juga persoalan kesehatan internasional yang membutuhkan kerja sama lintas negara secara cepat dan terkoordinasi.

Informasi berita internasional terbaru lainnya dapat diakses melalui JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait