JurnalLugas.Com – Pemerintah Republik Demokratik Kongo mengambil langkah darurat dengan melarang seluruh bentuk kerumunan massa di ibu kota Kinshasa serta tiga provinsi lainnya menyusul meningkatnya penyebaran virus Ebola yang kembali mengancam kesehatan masyarakat.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan setelah Kementerian Dalam Negeri mengirimkan surat edaran kepada pemerintah daerah yang terdampak.
Wilayah yang masuk dalam pembatasan meliputi Kinshasa, Tshopo, Haut-Uele, dan Bas-Uele, yang dinilai memiliki risiko penularan cukup tinggi.
Menteri Dalam Negeri Jacquemain Shabani menegaskan pembatasan aktivitas yang melibatkan banyak orang merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi potensi penyebaran virus yang terus bertambah di sejumlah daerah.
Dalam keterangannya, pemerintah menilai situasi kesehatan masyarakat memerlukan respons cepat agar rantai penularan dapat ditekan sebelum meluas ke wilayah lain.
Namun, kebijakan tersebut langsung memicu kritik dari kelompok oposisi. Mereka menilai larangan berkumpul bertentangan dengan hak konstitusional warga negara.
Bahkan, sejumlah tokoh oposisi menuding keputusan itu sarat kepentingan politik dan mengaitkannya dengan partai pendukung Presiden yang berkuasa.
Di tengah polemik tersebut, kondisi wabah Ebola di Kongo masih menjadi perhatian dunia. Pada Mei 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan dengan potensi risiko lintas negara.
WHO memperingatkan penyebaran penyakit berbahaya itu memiliki peluang meluas apabila langkah pengendalian tidak dilakukan secara maksimal di kawasan terdampak.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Media Republik Demokratik Kongo melaporkan hingga 29 Juni 2026 jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola telah mencapai 377 orang, dengan 1.307 kasus terkonfirmasi di berbagai wilayah negara tersebut.
Pemerintah setempat terus mengintensifkan pengawasan kesehatan, pelacakan kontak, serta penanganan pasien guna menekan laju penyebaran virus yang kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Ikuti perkembangan berita internasional terbaru hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






