Rupiah Sentuh Rekor Baru, BI Pastikan Intervensi Jalan 24 Jam di Pasar Global

JurnalLugas.Com — Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah mata uang Indonesia bergerak melemah hingga menembus level psikologis baru di pasar global. Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan tetap aktif menjaga stabilitas rupiah selama 24 jam penuh, termasuk saat pasar domestik sedang libur nasional.

Pergerakan rupiah di pasar offshore tercatat melemah hingga melewati kisaran Rp17.800 per dolar Amerika Serikat ketika aktivitas perdagangan dalam negeri berhenti sementara selama libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kondisi itu terjadi pada 27 hingga 28 Mei 2026 saat transaksi internasional tetap berlangsung.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat 29 Mei 2026 berada di level Rp17.883 per dolar AS. Angka tersebut menjadi salah satu level terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa bank sentral tetap hadir di pasar global untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga  Purbaya Mumet, Nilai Tukar Rupiah Anjlok Tajam, Menkeu Tak Perlu Hitung Ulang APBN

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar guna menjaga stabilitas rupiah secara berkelanjutan di pasar internasional,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya di Jakarta.

Langkah intervensi yang dilakukan BI dinilai penting untuk meredam tekanan berlebihan terhadap rupiah, terutama ketika volatilitas global meningkat akibat sentimen eksternal. Pelemahan mata uang negara berkembang belakangan dipicu kombinasi penguatan dolar AS, ketidakpastian suku bunga global, dan pergeseran arus modal asing.

Analis valuta asing menilai pasar offshore memang sering menjadi indikator awal tekanan terhadap rupiah ketika pasar domestik tutup. Dalam kondisi seperti itu, bank sentral biasanya melakukan stabilisasi melalui instrumen pasar valas dan obligasi agar pelemahan tidak bergerak terlalu agresif.

“Pasar global tetap berjalan walaupun perdagangan domestik libur. Karena itu, kehadiran BI menjadi sinyal penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar,” kata seorang pengamat ekonomi di Jakarta.

Selain menjaga stabilitas kurs, BI juga terus memantau arus modal asing serta perkembangan ekonomi global yang memengaruhi pergerakan mata uang kawasan Asia. Investor saat ini masih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang menjadi salah satu faktor utama penguatan dolar.

Baca Juga  Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Turun 18 Poin

Meski rupiah mengalami tekanan, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Stabilitas inflasi, surplus perdagangan di beberapa sektor, dan konsumsi domestik yang tetap tumbuh disebut menjadi penopang penting bagi ketahanan ekonomi nasional.

Namun demikian, volatilitas pasar keuangan global diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek. Pelaku pasar pun diminta tetap mencermati perkembangan eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar maupun arus investasi asing ke Indonesia.

Bank Indonesia memastikan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika global yang belum mereda.

Baca berita ekonomi dan keuangan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait