JurnalLugas.Com – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat menepis klaim Iran yang menyebut adanya penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa aktivitas pelayaran internasional di kawasan strategis tersebut masih berlangsung normal dan berada dalam pemantauan ketat pasukan AS.
“Iran tidak mengendalikan Selat Hormuz,” ujar juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, dalam pernyataannya, Sabtu (20/6).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah pengumuman sebelumnya dari pihak militer Iran yang menyebut jalur tersebut akan ditutup sebagai respons atas dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat serta ketegangan lanjutan terkait konflik di kawasan Lebanon.
AS Tegaskan Jalur Energi Global Tetap Beroperasi
Dalam keterangan lanjutan, Pentagon menyerahkan seluruh penjelasan teknis kepada CENTCOM. Pihak militer AS menegaskan tidak ada perubahan signifikan terhadap status keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
CENTCOM juga menyatakan bahwa operasi pengawasan tetap dilakukan secara intensif untuk memastikan stabilitas jalur laut internasional tetap terjaga.
“Pasukan kami tetap siaga dan memantau seluruh aktivitas di wilayah tersebut,” lanjut Hawkins dalam pernyataan singkatnya.
Selat Hormuz Masih Jadi Jalur Vital Dunia
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global, karena menjadi jalur utama distribusi minyak dari kawasan Teluk ke pasar internasional.
Menurut laporan militer AS, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berjalan normal. Sebanyak 55 kapal niaga dilaporkan baru-baru ini melintasi Selat Hormuz, membawa lebih dari 17 juta barel minyak menuju berbagai tujuan ekspor.
Ketegangan Geopolitik Masih Bayangi Kawasan
Situasi ini mencerminkan kembali rapuhnya stabilitas di kawasan Teluk, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, otoritas militer AS menegaskan bahwa jalur perdagangan energi global belum mengalami gangguan signifikan dan tetap berada dalam kondisi aman untuk aktivitas pelayaran internasional.
Pihak CENTCOM menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga kebebasan navigasi di perairan internasional agar tidak terganggu oleh eskalasi politik maupun militer.
Informasi dan berita geopolitik internasional lainnya dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.
(Handoko)






