PT Chandra Daya Internusa Abadi (CDIA) Anak Usaha Prajogo Pangestu Tawarkan 12,48 Miliar Saham IPO

JurnalLugas.Com – Salah satu anak usaha Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Internusa Abadi (CDIA), resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) yang menjadi sorotan pelaku pasar. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari ekspansi besar grup yang selama ini dikenal memiliki portofolio kuat di sektor petrokimia dan energi.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Kamis (19/6/2025), CDIA akan melepas maksimal 12,48 miliar saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran awal ditetapkan pada kisaran Rp170 hingga Rp190 per saham, sehingga perusahaan berpotensi meraih dana segar hingga Rp2,37 triliun.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Belum Ada IPO Lighthouse OJK Pastikan Seleksi Emiten Lebih Ketat

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai bahwa langkah IPO ini merupakan bagian dari strategi besar Grup Barito untuk memperkuat struktur permodalan dan memperluas eksistensinya di sektor hilir. “CDIA adalah bagian penting dalam ekosistem TPIA, dan kehadirannya di pasar saham akan memperluas eksposur publik terhadap bisnis Grup Prajogo,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Michael menambahkan bahwa momentum IPO CDIA cukup strategis di tengah meningkatnya minat investor terhadap emiten-emiten energi dan industri kimia. “Ini bukan hanya soal penggalangan dana, tetapi juga memberikan sinyal kepada pasar bahwa Grup Barito sedang mempersiapkan ekspansi jangka panjang yang serius,” jelasnya.

Sebagai bagian dari Grup TPIA, CDIA dipandang memiliki dukungan fundamental yang kuat. Dengan prospek bisnis jangka panjang dan afiliasi dengan salah satu konglomerasi energi terbesar di Indonesia, saham CDIA berpotensi mendapat sambutan hangat dari investor institusi maupun ritel.

Baca Juga  BEI Tetapkan Saham MD Entertainment (FILM) sebagai Efek Tidak Dijamin, Investor Wajib Waspada!

Dalam IPO ini, CDIA juga menunjuk perusahaan penjamin emisi terkemuka untuk memastikan distribusi saham berjalan optimal. Penawaran umum dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, dengan tanggal pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan jatuh pada kuartal ketiga 2025.

Langkah IPO ini sekaligus mempertegas arah Grup Barito untuk menjadikan anak-anak usahanya lebih mandiri secara finansial, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap pasar modal.

Ikuti perkembangan lengkapnya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait