Pemerintah Serap Utang Rp34 Triliun dari Lelang SUN, Penawaran Tembus Rp84,76 Triliun

JurnalLugas.Com — Pemerintah menyerap dana Rp34 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 18 Agustus 2026. Lelang tersebut mendapat respons kuat dari investor dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp84,76 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyebut nominal yang dimenangkan ditetapkan berdasarkan kewenangan pemerintah sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Bacaan Lainnya

“Total dana yang dimenangkan dari sembilan seri SUN mencapai Rp34 triliun,” demikian keterangan DJPPR.

Menariknya, pemerintah tidak mengambil dana dari tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN), meski penawaran yang masuk cukup besar. Penawaran untuk ketiga seri tersebut masing-masing mencapai Rp670 miliar, Rp2,43 triliun, dan Rp8,63 triliun.

Dana pemerintah justru seluruhnya berasal dari enam seri obligasi Fixed Rate (FR) yang ditawarkan melalui mekanisme pembukaan kembali.

Seri FR0110 menjadi penyumbang terbesar dengan dana yang diserap Rp12,8 triliun dari total penawaran Rp37,65 triliun. Seri tersebut memiliki jatuh tempo 15 Mei 2032 dengan yield rata-rata tertimbang 7,00788 persen.

Berikutnya, pemerintah menyerap Rp10,3 triliun dari seri FR0108 dengan penawaran masuk Rp16,19 triliun. Seri ini jatuh tempo pada 15 April 2036 dengan yield 7,10992 persen.

Sementara seri FR0106 menghasilkan Rp4,75 triliun dari penawaran Rp7,87 triliun. Seri tersebut memiliki jatuh tempo 15 Agustus 2040 dengan yield 7,24 persen.

Dari seri FR0107, pemerintah menyerap Rp4,85 triliun dari penawaran Rp6,99 triliun. Obligasi ini jatuh tempo pada 15 Agustus 2045 dengan yield 7,24998 persen.

Adapun seri jangka panjang lainnya, yakni FR0102, dimenangkan Rp850 miliar dari penawaran Rp2,4 triliun. Seri tersebut jatuh tempo pada 15 Juli 2054 dengan yield 7,29987 persen.

Terakhir, seri FR0105 menyumbang Rp450 miliar dari penawaran Rp1,93 triliun. Surat utang ini memiliki jatuh tempo hingga 15 Juli 2064 dengan yield rata-rata tertimbang 7,29746 persen.

Besarnya penawaran dibandingkan dana yang diserap menunjukkan minat investor terhadap SUN tetap tinggi.

Pemerintah kini memperoleh ruang pembiayaan Rp34 triliun dari lelang tersebut, sementara keputusan tidak menyerap seri SPN menunjukkan pemerintah memilih jumlah dan jenis pembiayaan sesuai kebutuhan pengelolaan utang negara.

Baca berita ekonomi dan kebijakan pemerintah lainnya di JurnalLugas.Com.

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Danantara Terbitkan Global Bond, Bidik Pendanaan Dolar AS Dorong Investasi

Pos terkait