JurnalLugas.Com — Harga properti hunian swasta di Singapura kembali mencatat kenaikan pada kuartal ketiga 2026. Indeks harga properti hunian swasta secara keseluruhan tumbuh 1,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II 2026 yang berada di level 0,5 persen. Data itu berdasarkan perkiraan awal yang dirilis Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura atau Urban Redevelopment Authority (URA) pada 1 Oktober 2026.
Sepanjang tiga kuartal pertama 2026, harga properti hunian swasta Singapura rata-rata meningkat 0,9 persen setiap kuartal. Angka tersebut sama dengan rata-rata pertumbuhan kuartalan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasokan Properti Tetap Tinggi
Di tengah kenaikan harga, pemerintah Singapura tetap menjaga ketersediaan pasokan hunian swasta melalui Government Land Sales Program. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus menjaga stabilitas pasar properti.
URA mencatat sebanyak 4.745 unit hunian swasta dijadwalkan masuk dalam Confirmed List pada paruh kedua 2026. Dengan tambahan tersebut, total pasokan dalam daftar tersebut sepanjang 2026 mencapai 9.320 unit.
Jumlah itu tercatat lebih dari 50 persen di atas rata-rata pasokan tahunan dalam 10 tahun terakhir.
URA juga memperkirakan total pasokan hunian swasta yang dapat diselesaikan dalam beberapa tahun mendatang mencapai sekitar 60.600 unit.
Kenaikan indeks harga pada Q3 2026 menunjukkan pasar properti hunian swasta Singapura masih bergerak positif.
Namun, besarnya pasokan yang disiapkan pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan hunian.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






