Harga Emas Dunia Melonjak 4,35 Persen, Tembus Level Tertinggi Sejak Juni

JurnalLugas.Com — Harga emas dunia kembali mencuri perhatian setelah melonjak lebih dari 4 persen dalam perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Kenaikan tajam tersebut membawa harga emas ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Harga emas spot tercatat naik 4,35 persen menjadi USD4.523,05 per troy ons. Dalam perdagangan yang sama, emas sempat menyentuh USD4.524,34 per troy ons, level tertinggi sejak 4 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Lonjakan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan langkah untuk memperbesar operasi pembelian kembali obligasi. Kebijakan itu dipandang dapat memperkuat likuiditas pasar surat utang jangka panjang dan ikut menekan imbal hasil Treasury.

Pada saat bersamaan, dolar AS melemah sekitar 0,8 persen. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Stabil, UBS dan Galeri24

Dari sisi teknikal, penguatan emas juga semakin mendapat perhatian setelah harga berhasil melewati rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di sekitar USD4.381 per troy ons.

Pakar logam mulia Robert Gottlieb menilai pergerakan tersebut menjadi sinyal positif bagi emas. Menurutnya, penurunan imbal hasil Treasury jangka panjang dan pelemahan dolar memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali menguat.

Pasar kini juga mencermati arah kebijakan bank sentral AS. Risalah rapat Federal Reserve pada akhir Juli menunjukkan masih adanya kekhawatiran terhadap inflasi, bahkan sejumlah pejabat membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan harga belum kembali menuju target 2 persen.

Namun, ekspektasi pasar untuk rapat The Fed pada 15-16 September 2026 masih mengarah pada keputusan mempertahankan suku bunga. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, peluang suku bunga tetap berada di level saat ini mencapai sekitar 65 persen.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Turun, UBS dan Galeri24 Kompak Anjlok

Pergerakan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada arah dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta sinyal kebijakan The Fed. Jika tekanan terhadap imbal hasil dan dolar berlanjut, emas berpeluang tetap menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan investor.

Bagi masyarakat Indonesia, kenaikan harga emas dunia juga menjadi perkembangan penting karena pergerakan pasar global dapat ikut memengaruhi harga emas domestik.

Baca informasi ekonomi dan berita terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait