Donald Trump Selat Hormuz Mau Diganti Jadi “Selat Trump”

JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial terkait Selat Hormuz. Di tengah memanasnya konflik dengan Iran, Trump melontarkan gagasan agar jalur pelayaran strategis itu diberi nama baru, “Selat Trump”.

Usulan tersebut disampaikan Trump melalui Truth Social pada Kamis, 3 September 2026. Ia mengklaim Amerika Serikat kini memiliki kendali atas kawasan tersebut dan menyebut nama “Selat Trump” sebagai sebuah pilihan.

Bacaan Lainnya

Gedung Putih bahkan ikut mengunggah peta kawasan Teluk dengan menggunakan nama tersebut. Namun, hanya beberapa jam kemudian Trump memberikan sinyal berbeda ketika ditanya wartawan mengenai keseriusan rencana itu.

Trump menyebut usulan tersebut sekadar celetukan sambil tertawa.

Meski demikian, pernyataan Trump kembali menjadi perhatian karena sejumlah gagasan kontroversial mengenai perubahan nama geografis sebelumnya juga sempat dilontarkan dan kemudian benar-benar dijalankan pemerintahannya.

Baca Juga  Khamenei Tantang Trump Iran Tak Akan Menyerah Israel Segera Runtuh

Pada Januari 2025, misalnya, pemerintah AS mengubah penyebutan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Perubahan itu tidak diterima oleh Meksiko maupun Kanada.

Persoalan Selat Hormuz sendiri jauh lebih serius dibanding sekadar perdebatan soal nama. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia dan kini berada di tengah ketegangan militer antara AS dan Iran.

Situasi kembali memanas setelah pasukan AS melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz pada 1 September. Washington menyebut tindakan itu berkaitan dengan dugaan upaya Iran memasang ranjau laut.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. Teheran juga menuding salah satu serangan Amerika menyebabkan korban jiwa dalam sebuah pesta pernikahan dan menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum perang.

Trump pada 2 September kembali memperingatkan Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat siap melakukan serangan berikutnya apabila diperlukan.

Baca Juga  Trump Setop Serangan ke Iran, Fokus Beralih ke Negosiasi Selat Hormuz

Ketegangan tersebut turut menekan kondisi ekonomi Amerika Serikat, terutama melalui kenaikan biaya bahan bakar. Selat Hormuz sendiri memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Karena itu, perhatian internasional terhadap kawasan tersebut bukan semata soal pernyataan Trump mengenai perubahan nama, tetapi terutama menyangkut keamanan jalur perdagangan dan kemungkinan meluasnya konflik AS-Iran.

Bagi masyarakat dunia, nama selat mungkin hanya menjadi polemik politik. Namun, setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi berdampak langsung terhadap harga energi, biaya transportasi, dan perekonomian global.

Baca berita internasional dan kabar terbaru lainnya di [JurnalLugas.Com](https://jurnallugas.com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait