JurnalLugas.Com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus menunjukkan perkembangan serius. Data Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) mencatat total kasus terkonfirmasi mencapai 6.186 kasus, sementara korban meninggal dunia telah menembus 3.007 orang.
Dalam laporan terbaru, INSP mencatat tambahan 86 kasus dan 57 kematian dalam kurun waktu 24 jam. Angka tersebut membuat jumlah korban meninggal mendekati separuh dari total kasus yang tercatat secara resmi.
Namun, kondisi di lapangan diperkirakan lebih berat dibandingkan angka yang masuk dalam laporan resmi. Sejumlah dokter dan pekerja kemanusiaan menyebut sebagian pasien diduga meninggal sebelum mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan, terutama di wilayah Ituri dan Kivu Utara.
Situasi semakin menjadi perhatian karena wabah ini berkaitan dengan Ebola jenis Bundibugyo, yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang secara resmi mendapat izin khusus untuk jenis tersebut.
Meski demikian, ada harapan dari vaksin Ervebo. Data laboratorium menunjukkan vaksin yang dikembangkan untuk Ebola tersebut berpotensi memberikan perlindungan terhadap Bundibugyo.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengirim sekitar 70.000 dosis Ervebo ke Kongo. Vaksin itu diprioritaskan bagi tenaga kesehatan serta kebutuhan uji klinis untuk melihat efektivitas perlindungannya.
Perkembangan ini membuat pengawasan terhadap wabah menjadi semakin penting. Selain penanganan pasien, pendataan kasus di luar fasilitas kesehatan menjadi tantangan besar untuk mengetahui seberapa luas sebenarnya penyebaran Ebola di Kongo.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






