JurnalLugas.Com – Pemerintah Iran disebut menetapkan tujuh syarat sebelum membuka kembali Selat Hormuz. Syarat tersebut disampaikan kepada Amerika Serikat (AS) di tengah pembahasan mengenai keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Informasi itu disampaikan seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada kantor berita Tasnim pada Sabtu, 12 September 2026.
Menurut sumber tersebut, Selat Hormuz masih akan ditutup sampai tujuh syarat yang telah disepakati pejabat tinggi Iran dipenuhi.
Namun, rincian tujuh syarat yang dimaksud belum diungkap secara terbuka dalam informasi tersebut.
Di tengah ketegangan itu, Iran berencana menggelar pertemuan di Oman pada Senin. Pertemuan tersebut melibatkan Irak dan sejumlah negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz.
Iran dan Oman sebelumnya juga telah mencapai kesepakatan terkait pengaturan jalur pelayaran. Namun, kesepakatan itu tidak berarti Selat Hormuz dibuka kembali.
Kedua negara disebut telah mengoordinasikan rute utama yang digunakan kapal untuk keluar dan masuk melalui kawasan selat tersebut.
Selat Hormuz menjadi jalur laut strategis karena menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Perkembangan terkait akses pelayaran di kawasan ini berpotensi menjadi perhatian besar bagi perdagangan dan transportasi energi dunia.
Untuk saat ini, posisi Iran masih jelas: pembukaan Selat Hormuz dikaitkan dengan pemenuhan tujuh syarat yang disebut telah disetujui pejabat tinggi negara tersebut.
Rincian persyaratan dan hasil pertemuan di Oman akan menjadi faktor penting untuk melihat apakah akses pelayaran komersial di Selat Hormuz dapat kembali berjalan normal.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






