JurnalLugas.Com — Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum kembali menegaskan sikap keras terhadap upaya menjadikan Meksiko sebagai bahan kampanye politik di Amerika Serikat (AS).
Pernyataan itu disampaikan Sheinbaum menjelang pemilu sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Ia menegaskan Meksiko tidak ingin terseret dalam kepentingan politik domestik Washington.
Dalam konferensi pers di Istana Nasional, Mexico City, Kamis, 10 September 2026, Sheinbaum mengatakan hubungan kedua negara harus dibangun berdasarkan rasa saling menghormati.
“Meksiko bukan alat politik siapa pun dan harus dihormati,” tegas Sheinbaum.
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyoroti kekuatan kelompok penyelundup narkoba di Meksiko. Rubio menyebut kelompok-kelompok tersebut menguasai wilayah yang luas dan menjadi ancaman besar di kawasan perbatasan AS.
Sheinbaum menilai pernyataan semacam itu tidak boleh digunakan untuk kepentingan kampanye pemilu AS.
Menurut dia, Meksiko tidak pernah mencampuri proses politik di Amerika Serikat. Karena itu, politisi AS juga diminta tidak menjadikan persoalan Meksiko sebagai senjata politik menjelang pemilu sela.
Sheinbaum Balik Soroti Masalah AS
Sheinbaum juga mengingatkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya berkaitan dengan Meksiko. Pemerintah AS, menurut dia, perlu memperkuat penanganan kecanduan narkoba di dalam negeri sekaligus membendung arus senjata yang masuk ke Meksiko.
Sorotan tersebut menjadi pesan bahwa persoalan keamanan perbatasan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu negara.
Meksiko selama ini berada di posisi strategis dalam isu perdagangan narkoba dan keamanan perbatasan dengan AS. Namun, Sheinbaum menolak jika isu tersebut dipakai untuk menggambarkan Meksiko sebagai ancaman demi kepentingan politik tertentu.
Ia menegaskan kerja sama kedua negara tetap diperlukan, tetapi harus berlangsung dengan menghormati kedaulatan masing-masing.
Sikap Sheinbaum menunjukkan bahwa pemerintah Meksiko berusaha menjaga isu keamanan dan narkoba tetap berada dalam kerangka hubungan bilateral, bukan menjadi komoditas politik menjelang pemilu AS.
Ketegangan retorika ini menjadi perhatian karena agenda keamanan perbatasan, perdagangan narkoba, dan penyelundupan senjata merupakan isu sensitif yang kerap muncul dalam politik Amerika Serikat.
Bagi Meksiko, pesan yang disampaikan Sheinbaum jelas: kerja sama dengan AS tetap terbuka, tetapi kedaulatan nasional tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan kampanye politik.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






