JurnalLugas.Com – Iran belum mengambil keputusan untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Namun, opsi tersebut mulai terbuka dan disebut akan sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi konflik yang sedang berlangsung.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Teheran masih berpegang pada fatwa keagamaan yang melarang pengembangan senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara dengan Al Jazeera yang dipublikasikan Sabtu (19/9/2026), sebagaimana diberitakan pada Minggu (20/9/2026).
“Kami belum tahu apa yang akan terjadi ke depan,” kata Rezaei, ketika ditanya mengenai kemungkinan Iran meninggalkan NPT.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa Iran belum menyatakan keputusan untuk keluar dari perjanjian internasional tersebut. Di sisi lain, pemerintah Iran mengaitkan kemungkinan langkah itu dengan perkembangan hubungan dan konflik dengan Washington.
Rezaei mengatakan Iran menginginkan sejumlah syarat dipenuhi sebelum membuka jalan bagi berakhirnya perang. Syarat tersebut mencakup penghentian permusuhan di seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta pencabutan blokade maritim terhadap Iran.
Iran Sampaikan Syarat Lewat Mediator
Jalur diplomasi antara Iran dan AS disebut masih berjalan melalui mediator. Rezaei mengatakan komunikasi dengan Qatar dan Pakistan terus dilakukan.
Iran, menurut dia, telah menyampaikan persyaratan untuk melakukan perundingan dengan AS kepada kedua negara tersebut.
Keterlibatan Qatar dan Pakistan menjadi jalur komunikasi di tengah belum adanya kesepakatan langsung antara Teheran dan Washington mengenai penyelesaian konflik.
Iran sendiri tetap menegaskan posisi terkait program nuklirnya. Rezaei menyebut Teheran masih terikat pada fatwa yang dikeluarkan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, yang menyatakan pengembangan senjata nuklir dilarang.
Namun, pernyataan mengenai kemungkinan keluar dari NPT menambah dimensi baru dalam ketegangan Iran dan AS. Keputusan tersebut, jika benar-benar diambil, akan menjadi perubahan penting dalam posisi Iran terhadap rezim nonproliferasi nuklir internasional.
Untuk saat ini, Teheran belum mengumumkan keputusan final. Nasib NPT Iran masih dikaitkan dengan perkembangan konflik, sikap Washington, serta hasil komunikasi diplomatik melalui para mediator.
Baca perkembangan berita internasional lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






