Iran Respons Pemilu AS, Qalibaf Rakyat Amerika Tidak Ingin Perang

JurnalLugas.Com – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menilai hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menunjukkan penolakan masyarakat terhadap perang.

Ia menyebut kekalahan politik yang dialami Partai Republik sebagai pesan bahwa rakyat Amerika tidak menginginkan konflik bersenjata dengan Iran terus berlanjut.

Bacaan Lainnya

Melalui pernyataan di platform X, Rabu (4/11/2026), Qalibaf menyatakan Teheran mendukung sikap masyarakat AS yang menolak perang. Menurut dia, penolakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertimbangan moral, tetapi juga beban ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Rakyat Amerika mengatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini,” tulis Qalibaf.

Ia juga memperingatkan pemerintah AS agar tidak mengabaikan kehendak masyarakatnya sendiri demi kepentingan kelompok tertentu.

Qalibaf menyebut, apabila pemerintah Washington justru mengutamakan kepentingan pihak-pihak yang memiliki pengaruh dan keuntungan dari konflik, keputusan tersebut dapat berujung pada konsekuensi serius.

Pernyataan pimpinan parlemen Iran itu muncul setelah pemilu sela AS digelar pada Selasa (3/11/2026). Hasil sementara dan proyeksi pemilu tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.

Partai Demokrat diproyeksikan memperoleh kembali kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Namun, pernyataan Qalibaf mengenai hasil pemilu sebagai penolakan rakyat AS terhadap perang merupakan penilaian politik dari pihak Iran, bukan kesimpulan langsung mengenai alasan seluruh pemilih menentukan pilihan.

Ketegangan Iran-AS Masih Berlanjut

Pernyataan Qalibaf juga disampaikan ketika hubungan Washington dan Teheran masih diwarnai ketegangan akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Februari 2026.

Di tengah situasi tersebut, Qatar terus menjalankan peran mediasi untuk membuka komunikasi antara kedua negara.

Salah satu persoalan utama yang belum terselesaikan adalah blokade laut oleh Amerika Serikat serta keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia.

Pemerintah Iran pada Senin sebelumnya menyatakan masih melakukan pertukaran pesan dengan Washington melalui para mediator.

Namun, Teheran menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada keputusan Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade laut tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun komunikasi diplomatik masih berlangsung, perbedaan posisi kedua negara terkait blokade dan keamanan maritim belum menemukan penyelesaian.

Dukungan Qalibaf terhadap suara penolakan perang di Amerika Serikat pun menjadi bagian dari pesan politik Teheran di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Ancam Serang Fasilitas Nuklir Iran di Gunung Pickaxe

Pos terkait