Gibran Tegur Oknum SPPG Ejek Korban MBG, Ini Pesannya

JurnalLugas.Com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyoroti pernyataan oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai dapat memperburuk kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban dugaan masalah kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sorotan itu muncul setelah viral video seorang oknum pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul berinisial GP yang membuat konten bernada candaan terkait hilang ingatan.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut dinilai tidak pantas karena muncul di tengah perhatian publik terhadap kondisi Agnesia dan Febiona, dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Gibran meminta masyarakat dan seluruh pihak terkait tidak menjadikan kondisi anak sebagai bahan olok-olok di ruang publik.

“Perkataan oknum SPPG sangat disayangkan. Mari menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua,” kata Gibran dalam keterangan tertulis yang Diterima JurnalLugas.Com, Minggu, 20 September 2026.

Agnesia dan Febiona sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setelah mengalami gangguan ingatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.

Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, keduanya dinyatakan dalam kondisi baik dan diperbolehkan pulang.

Gibran menyampaikan bahwa kedua siswi tersebut telah kembali ke Kabupaten Karo bersama keluarga untuk melanjutkan aktivitas di rumah dan sekolah.

“Alhamdulillah, Agnesia dan Febiona telah dinyatakan baik dan diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada tim dokter RSCM, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Sumatera Utara, serta pihak lain yang terlibat dalam proses rujukan dan perawatan kedua anak tersebut.

Menurut Gibran, kepulangan bukan berarti pemantauan kesehatan berhenti. Agnesia dan Febiona tetap diharapkan menjalani kontrol lanjutan sesuai arahan dokter.

Ia juga berpesan agar kedua siswi tersebut dapat kembali menjalani kegiatan sekolah dengan tenang.

“Selamat kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitas di sekolah. Semoga selalu sehat dan terus belajar meraih cita-cita,” tutur Gibran.

Di sisi lain, video oknum SPPG berinisial GP menjadi perhatian karena menyinggung kondisi hilang ingatan yang sebelumnya dialami korban. Dalam video tersebut, GP terlihat menyantap sisa makanan chicken katsu sambil melontarkan candaan soal kehilangan ingatan.

“Gua makan chicken katsu masakan kemarin. Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” ucap GP dalam video yang beredar di media sosial.

Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi publik. Gibran menekankan bahwa ruang publik, terutama ketika menyangkut anak-anak, harus dijaga agar tidak berubah menjadi tempat terjadinya perundungan.

Kasus Agnesia dan Febiona kini memasuki tahap pemulihan. Selain memastikan kondisi medis keduanya tetap terpantau, perhatian juga tertuju pada perlindungan psikologis anak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dan pendidikan tanpa tekanan akibat polemik yang berkembang di ruang publik.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Catur)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Puluhan Siswa Keracunan MBG, BGN Salahkan Bahan Baku

Pos terkait