Ultrajaya Siapkan Rights Issue Rp16,92 Triliun, Akuisisi Frisian Flag Rp14,57 Triliun

JurnalLugas.Com – PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan aksi korporasi jumbo untuk mengambil alih 100 persen saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai sekitar Rp14,57 triliun.

Untuk menjalankan transaksi, Ultrajaya berencana menerbitkan maksimal 7,87 miliar saham baru melalui rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Harga pelaksanaan ditetapkan Rp2.150 per saham.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan perhitungan tersebut, potensi dana yang dihimpun melalui rights issue mencapai sekitar Rp16,92 triliun. Sebagian besar dana tersebut, sekitar Rp14,57 triliun, digunakan untuk mengambil alih seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk saham.

Rencana tersebut menjadi bagian dari kerja sama strategis antara ULTJ dan FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), induk usaha Frisian Flag.

Setelah transaksi selesai, FFI akan masuk sebagai anak usaha Ultrajaya. Pada saat yang sama, FCIH diproyeksikan menjadi pemegang saham pengendali baru ULTJ. Perubahan pengendalian tersebut juga akan diikuti kewajiban melakukan penawaran tender wajib terhadap saham ULTJ yang dimiliki publik sesuai ketentuan pasar modal.

Direktur Utama ULTJ, Sabana Prawirawidjaja, menyebut transaksi tersebut sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan.

“Transaksi ini merupakan peluang untuk memperkuat bisnis perseroan dalam jangka panjang,” kata Sabana dalam keterbukaan informasi.

Struktur Transaksi ULTJ dan Frisian Flag

Skema transaksi ini berbeda dari akuisisi biasa karena ULTJ tidak sekadar mengeluarkan dana tunai untuk membeli FFI. Saham baru ULTJ yang diterbitkan melalui rights issue akan ditebus oleh pemegang saham FFI menggunakan saham FFI sebagai setoran modal.

Pemegang saham FFI saat ini terdiri dari FCIH dengan kepemilikan 78,09 persen, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. sebesar 16,91 persen, serta PT Bahtera Wiraniaga Internusa sebesar 5 persen.

Sementara itu, pemegang saham pengendali ULTJ yang secara efektif menguasai sekitar 86 persen saham perseroan tidak akan menggunakan haknya dalam rights issue. Hak tersebut dialihkan kepada para pemegang saham FFI untuk kemudian ditebus melalui mekanisme inbreng.

Nilai saham FFI yang disetorkan mencapai Rp14,57 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 178 persen dari ekuitas ULTJ, sehingga transaksi masuk dalam kategori material dan membutuhkan persetujuan pemegang saham.

Bagi pemegang saham publik, aksi tersebut memiliki konsekuensi terhadap struktur kepemilikan. Jika tidak mengambil bagian dalam rights issue, kepemilikan publik berpotensi terdilusi hingga sekitar 43,11 persen berdasarkan skenario yang disampaikan perseroan.

FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru

Masuknya FFI ke dalam grup ULTJ sekaligus mengubah peta pengendalian perusahaan susu tersebut.

FCIH diproyeksikan menjadi pengendali baru ULTJ setelah transaksi inbreng diselesaikan. Keluarga Prawirawidjaja tetap menjadi salah satu pemegang saham signifikan, sementara Sabana Prawirawidjaja tetap direncanakan menjabat sebagai Direktur Utama.

ULTJ dan FFI memiliki bisnis yang sama-sama bergerak di industri susu. Integrasi tersebut membuka ruang bagi perseroan untuk menggabungkan skala usaha, rantai pasok, pengadaan bahan baku, kapasitas produksi, hingga pemanfaatan fasilitas operasional.

Namun, manfaat tersebut masih bergantung pada keberhasilan pelaksanaan transaksi dan integrasi bisnis setelah akuisisi.

Menunggu Persetujuan Pemegang Saham

Rencana rights issue dan akuisisi FFI belum menjadi transaksi final karena masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam agenda RUPSLB, pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait perubahan susunan direksi dan komisaris serta rencana penggunaan sebagian saldo laba ditahan untuk tambahan dividen tunai final.

Perseroan mencantumkan rencana transaksi tersebut dalam keterbukaan informasi mengenai PMHMETD dan transaksi material yang diterbitkan pada September 2026.

Dengan nilai akuisisi yang mencapai Rp14,57 triliun dan rights issue maksimal sekitar Rp16,92 triliun, aksi korporasi ULTJ menjadi salah satu langkah terbesar dalam ekspansi bisnis perusahaan.

Kini perhatian pasar tertuju pada persetujuan pemegang saham, proses pelaksanaan rights issue, perubahan pengendalian, serta bagaimana ULTJ mengintegrasikan Frisian Flag ke dalam grupnya setelah transaksi terealisasi.

Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  SOHO Resmi Jual Saham AstraZeneca Fokus Bisnis Obat dan Suplemen Ini Nilainya

Pos terkait