Ray Rangkuti Pertanyakan Sikap Partai di Tengah Polemik Jokowi dan Gibran

JurnalLugas.Com – Polemik yang kembali menyeret nama Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka memunculkan sorotan terhadap sikap partai politik yang sebelumnya berada di barisan pendukung keduanya.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pembelaan terhadap Jokowi maupun Gibran justru lebih banyak terlihat dari kalangan relawan. Sementara itu, sejumlah partai politik yang pernah memberikan dukungan dinilai tidak banyak menunjukkan sikap secara terbuka.

Bacaan Lainnya

Ray melihat pola tersebut dalam dua persoalan berbeda. Pertama, polemik mengenai dokumen pendidikan Jokowi. Kedua, perkara terkait syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden yang kini tengah berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga  UGM Tegaskan IPK Jokowi Tak Akan Dibuka ke Publik

“Di kasus Pak Jokowi, yang muncul itu relawan. Di kasus Gibran, sejauh ini juga relawan,” kata Ray, dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai posisi partai politik yang sebelumnya memberikan dukungan kepada Jokowi dan Gibran dalam kontestasi politik.

Ray secara terbuka mempertanyakan mengapa pembelaan terhadap keluarga Jokowi lebih banyak datang dari relawan dibandingkan partai politik.

“Pertanyaan saya, kemana partai politiknya?” ujarnya.

Ia kemudian menyinggung sejumlah partai yang sebelumnya berada dalam barisan pendukung pemerintahan Jokowi maupun Gibran. Ray mempertanyakan mengapa partai seperti Golkar, PAN, dan Demokrat dinilai belum banyak bersuara terkait polemik tersebut.

“Mana Golkar? Tidak bersuara. Mana PAN? Tidak bersuara. Demokrat mungkin jauh lebih tidak bersuara,” kata Ray.

Sorotan itu kemudian dikaitkan Ray dengan dinamika hubungan di lingkungan kekuasaan. Ia menyebut terdapat hal yang menurutnya perlu dicermati mengenai kondisi hubungan di sekitar lingkaran pemerintahan.

“Saya mencermati memang ada kekurangharmonisan di lingkungan istana,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan Ray dalam membaca dinamika politik. Sementara perkara mengenai syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden masih berada dalam proses di MK dan belum menghasilkan putusan terhadap pokok persoalan yang diajukan para pemohon.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait