10 Saham Paling Anjlok Sepekan, TRUE dan CBRE Turun Lebih dari 30 Persen

JurnalLugas.Com — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan pertama November 2026 diwarnai tekanan pada sejumlah emiten.

Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,13 persen, beberapa saham justru terkoreksi lebih dari 30 persen.

Bacaan Lainnya

Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menjadi yang mengalami penurunan paling dalam. Dalam sepekan, harganya merosot 33,33 persen menjadi Rp20 per saham. Penurunan tersebut juga memperpanjang koreksi saham TRUE sejak awal tahun yang telah mencapai 90,48 persen.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi kinerja perusahaan. BEI memasukkan TRUE ke Papan Pemantauan Khusus setelah emiten properti tersebut tidak mencatatkan pendapatan pada kuartal III-2026.

Baca Juga  OJK Yakin Free Float 15% Tak Ganggu Minat Perusahaan IPO

Di posisi kedua terdapat PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang turun 32,71 persen menjadi Rp360 per saham. Sejak awal 2026, harga saham perusahaan sektor perkapalan ini telah melemah lebih dari 60 persen.

Tekanan terhadap CBRE juga tercermin dalam laporan keuangan kuartal III-2026. Perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp156 miliar dengan ekuitas negatif Rp145 miliar.

Selain TRUE dan CBRE, delapan saham lainnya juga masuk daftar emiten dengan penurunan harga terbesar selama periode perdagangan tersebut.

Berikut daftar 10 saham top losers sepekan:

No.Kode sahamPenurunan
1TRUE33,33%
2CBRE32,71%
3BLUE29,91%
4PTSP29,75%
5MORA29,74%
6LUCY29,63%
7SMLE29,49%
8LAPD29,41%
9RSCH29,36%
10NAYZ29,17%

Pelemahan saham-saham tersebut terjadi ketika IHSG mencatatkan penurunan 0,13 persen sepanjang sepekan dan berakhir di level 5.050.

Baca Juga  IHSG Melemah di Awal Perdagangan LQ45 Ikut Terkoreksi

Pergerakan ini menunjukkan tekanan pasar tidak hanya terjadi pada indeks secara keseluruhan, tetapi juga terlihat pada sejumlah saham individual dengan koreksi harga yang jauh lebih dalam.

Daftar saham yang mengalami penurunan tajam perlu dicermati bersama kondisi fundamental, laporan keuangan, serta risiko masing-masing emiten.

Penurunan harga yang besar tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa suatu saham sudah murah atau layak dibeli.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait