JurnalLugas.Com — Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) terus menunjukkan peningkatan.
Jumlah kasus terkonfirmasi kini mencapai 8.116 kasus, atau bertambah lebih dari 2.000 kasus dalam waktu sekitar satu bulan.
Lembaga Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) mencatat pada 1 September 2026 terdapat 6.100 kasus terkonfirmasi dengan 2.950 kematian. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 8.116 kasus.
Dalam laporan terbarunya, INSP menyebut terdapat tambahan 49 kasus baru dalam 24 jam. Pada periode yang sama, 23 pasien meninggal dunia, sedangkan 18 pasien lainnya dinyatakan sembuh.
“Total kasus kini mencapai 8.116, dengan 3.924 kematian sejak wabah dimulai,” kata INSP dalam pernyataan yang dikutip pada Selasa (28/9).
Lonjakan kasus tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap penyebaran Ebola ke negara di sekitar RD Kongo.
Direktur Jenderal Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Afrika, Jean Kaseya, sebelumnya memperingatkan bahwa virus Ebola berpotensi menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga RD Kongo.
Situasi tersebut membuat perkembangan wabah di RD Kongo tidak hanya menjadi persoalan kesehatan domestik.
Bertambahnya kasus dalam waktu singkat menjadi perhatian karena terdapat risiko terhadap kawasan di sekitarnya.
Informasi dan berita lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






