JurnalLugas.Com — Presiden Prabowo Subianto kembali merombak susunan pemerintahan. Sebanyak 18 pejabat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026, mulai dari menteri, wakil menteri, pimpinan badan, hingga Kapolri dan Wakapolri.
Perubahan tersebut menjadi reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih. Sejumlah pejabat mendapat jabatan baru, sementara beberapa posisi strategis mengalami pergantian.
Berikut daftar pejabat yang dilantik beserta posisi barunya dan data harta kekayaan yang tercatat dalam LHKPN:
1. Bahlil Lahadalia — Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Bahlil sebelumnya menjabat Menteri ESDM. Dalam LHKPN periodik 2025, total kekayaannya tercatat sekitar Rp344,4 miliar.
2. Sugiono — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Sugiono bergeser dari posisi Menteri Luar Negeri. Harta kekayaannya berdasarkan LHKPN periodik 2025 tercatat sekitar Rp13,15 miliar.
3. Dudung Abdurachman — Menko Politik dan Keamanan
Dudung sebelumnya menjalankan tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. LHKPN periodik 2025 mencatat kekayaannya sekitar Rp14,44 miliar.
4. Arrmanatha Christiawan Nasir — Menteri Luar Negeri
Arrmanatha sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. Harta kekayaannya dalam LHKPN periodik 2025 mencapai sekitar Rp16,27 miliar.
5. Muhammad Sarmuji — Menteri Perindustrian
Sarmuji sebelumnya merupakan anggota DPR RI. LHKPN periodik 2025 mencatat total kekayaannya sekitar Rp14,93 miliar, termasuk aset kapal tanker SPOB.
6. Dradjad Hari Wibowo — Wakil Menko Perekonomian
Ekonom tersebut dilantik untuk mendampingi Menko Perekonomian. Harta yang dilaporkan dalam LHKPN periodik 2025 mencapai sekitar Rp50,92 miliar.
7. Nurkholisoh Ibnu Aman — Wakil Menteri Keuangan
Nurkholisoh sebelumnya merupakan Peneliti Senior Bank Indonesia. Harta dalam LHKPN periodik 2025 tercatat sekitar Rp4,70 miliar.
8. Luky Alfirman — Wakil Menteri Keuangan
Luky sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Kekayaannya berdasarkan LHKPN periodik 2025 mencapai sekitar Rp52,83 miliar.
9. Muhammad Saleh Mustafa — Wakil Menteri Pertanian
Saleh sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat. LHKPN periodik 2025 mencatat hartanya sekitar Rp13,13 miliar.
10. Irwan Meilano — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
Irwan sebelumnya merupakan akademisi Institut Teknologi Bandung. Harta yang tercatat dalam LHKPN sekitar Rp6,67 miliar.
11. Listyo Sigit Prabowo — Kepala Staf Kepresidenan
Mantan Kapolri tersebut kini dipercaya memimpin Kantor Staf Kepresidenan. LHKPN periodik 2025 mencatat kekayaannya sekitar Rp15,34 miliar.
12. Dedi Prasetyo — Kepala Badan Reforma Agraria Nasional
Dedi sebelumnya menjabat Wakapolri. Total harta dalam LHKPN periodik 2025 tercatat sekitar Rp13,05 miliar.
13. Aryanto Wibowo — Wakil Kepala BPKP
Aryanto sebelumnya merupakan pejabat di lingkungan BPKP. LHKPN periodik 2025 mencatat harta sekitar Rp3,21 miliar.
14. Muhammad Fadil Imran — Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
Fadil sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Harta kekayaannya berdasarkan LHKPN sekitar Rp9,96 miliar.
15. Suyudi Ario Seto — Kapolri
Suyudi menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Berdasarkan LHKPN periodik 2025, total hartanya mencapai Rp5,85 miliar.
16. Wahyu Hadiningrat — Wakapolri
Wahyu dilantik sebagai Wakapolri menggantikan Dedi Prasetyo. Pelantikan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.
17. Nuzran Joher — Ketua Ombudsman RI
Nuzran dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI untuk periode 2026-2031. Ia sebelumnya merupakan anggota Ombudsman. Data LHKPN yang tersedia sebelumnya mencatat laporan harta sebesar Rp618,32 juta pada 2008, sehingga angka tersebut tidak dapat disamakan dengan kekayaan terkininya.
18. Radian Syam — Anggota Ombudsman RI
Radian dilantik bersamaan dengan Nuzran untuk melengkapi formasi pimpinan Ombudsman RI periode 2026-2031.
Pelantikan tersebut tidak hanya mengubah susunan kabinet. Data LHKPN juga memberikan gambaran mengenai kekayaan sejumlah pejabat sebelum menerima amanah baru.
Dari data yang tersedia, nilai kekayaan masing-masing pejabat cukup beragam. Bahlil tercatat memiliki harta sekitar Rp344,4 miliar, sedangkan Aryanto Wibowo sekitar Rp3,21 miliar dan Suyudi Ario Seto Rp5,85 miliar.
Data tersebut merupakan laporan harta yang disampaikan sebelum pelantikan dan bersumber dari LHKPN.
Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai posisi kekayaan berdasarkan periode pelaporan, bukan sebagai penilaian terhadap kinerja ataupun integritas pejabat.
Presiden Prabowo sendiri melantik seluruh pejabat tersebut berdasarkan keputusan presiden masing-masing dalam rangka perubahan struktur Kabinet Merah Putih serta sejumlah lembaga negara.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Catur)






