Harga Minyak Dunia Anjlok, IEA Siapkan 100 Juta Barel Redam Gejolak Pasokan

JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Pergerakan harga sempat berfluktuasi sebelum akhirnya ditutup melemah setelah muncul langkah baru untuk meredakan tekanan pasokan energi global.

Sentimen utama datang dari Badan Energi Internasional (IEA) yang menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak. Langkah tersebut diarahkan untuk menambah pasokan ke pasar sekaligus menekan lonjakan harga bahan bakar yang telah mencapai level tertinggi di tengah perang Iran.

Bacaan Lainnya

IEA memperkirakan percepatan pelepasan cadangan yang sebelumnya telah diumumkan dapat mengalirkan sekitar 100 juta barel minyak ke pasar.

Baca Juga  Minyak Dunia Drop! Saham ENRG Jatuh 13% RATU dan RAJA Justru Menguat

Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani harga minyak dalam perdagangan terakhir. Pelaku pasar melihat tambahan pasokan dari cadangan strategis berpotensi mengurangi tekanan terhadap ketersediaan minyak dunia.

Di pasar berjangka, minyak Brent turun 0,38 persen dan ditutup pada level USD100,20 per barel.

Tekanan lebih besar terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat. Kontrak WTI tercatat melemah 1,3 persen menjadi USD88,28 per barel.

Pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar masih merespons ketatnya pasokan akibat konflik, tetapi pada saat yang sama mulai memperhitungkan tambahan minyak yang akan masuk melalui pelepasan cadangan.

IEA juga memprioritaskan pasokan solar sebagai bagian dari upaya meredam tekanan harga bahan bakar yang melonjak. Kebijakan ini menjadi perhatian pasar karena solar merupakan salah satu produk energi yang paling terdampak ketika pasokan minyak global terganggu.

Baca Juga  Minyak Anjlok Lagi! Stok Solar AS Naik The Fed Tekan Sentimen Pasar

Dengan tambahan cadangan yang diproyeksikan mencapai sekitar 100 juta barel, pasar kini menunggu seberapa cepat minyak tersebut benar-benar masuk ke jalur distribusi. Kecepatan realisasi pelepasan cadangan akan menjadi faktor penting bagi arah harga minyak berikutnya.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait