JurnalLugas.Com – SDGs Desa merupakan konsep pembangunan yang dirancang untuk mendorong kemajuan desa secara menyeluruh, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan.
SDGs Desa adalah singkatan dari Sustainable Development Goals Desa atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tingkat desa. Konsep ini mengadaptasi tujuan pembangunan berkelanjutan global ke dalam kebutuhan dan kondisi masyarakat desa di Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, pembangunan desa tidak hanya diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, gedung yang didirikan, atau besarnya anggaran yang terserap.
Kondisi sosial masyarakat, kesejahteraan warga, kesempatan kerja, akses pelayanan dasar, dan kelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menilai kemajuan desa.
Apa Tujuan SDGs Desa?
SDGs Desa bertujuan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Desa diharapkan mampu mengenali persoalan yang dihadapi warganya, menetapkan prioritas pembangunan, serta menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Misalnya, apabila suatu desa masih menghadapi persoalan kemiskinan, pemerintah desa perlu mendorong program yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.
Jika akses pendidikan dan kesehatan masih terbatas, kebutuhan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan.
Dengan demikian, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga pada perubahan kondisi kehidupan masyarakat.
SDGs Desa juga mendorong pembangunan yang inklusif. Artinya, kelompok masyarakat yang rentan, keluarga miskin, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, serta warga yang selama ini sulit memperoleh akses pelayanan perlu mendapat perhatian.
Mengenal 18 Tujuan SDGs Desa
SDGs Desa memiliki 18 tujuan yang menjadi arah pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Berikut tujuan-tujuannya:
- Desa tanpa kemiskinan.
- Desa tanpa kelaparan.
- Desa sehat dan sejahtera.
- Pendidikan desa berkualitas.
- Desa berkesetaraan gender.
- Desa layak air bersih dan sanitasi.
- Desa berenergi bersih dan terbarukan.
- Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa.
- Infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.
- Desa tanpa kesenjangan.
- Kawasan permukiman desa berkelanjutan.
- Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan.
- Desa tanggap perubahan iklim.
- Desa peduli lingkungan laut.
- Desa peduli lingkungan darat.
- Desa damai dan berkeadilan.
- Kemitraan untuk pembangunan desa.
- Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.
Ke-18 tujuan tersebut saling berkaitan. Peningkatan ekonomi, misalnya, akan lebih berkelanjutan apabila didukung pendidikan yang baik, infrastruktur memadai, lingkungan terjaga, serta kelembagaan desa yang mampu menjalankan pemerintahan secara bertanggung jawab.
Tidak semua tujuan memiliki tantangan yang sama di setiap wilayah. Desa pesisir dapat menghadapi persoalan lingkungan laut, sedangkan desa pertanian mungkin lebih membutuhkan perhatian pada pengelolaan lahan, air, produktivitas, dan ketahanan ekonomi petani.
Bagaimana SDGs Desa Diterapkan?
Penerapan SDGs Desa membutuhkan pemahaman terhadap kondisi masyarakat. Pemerintah desa dapat menggunakan data penduduk, kondisi sosial ekonomi, akses pelayanan dasar, dan potensi wilayah untuk mengidentifikasi persoalan yang harus ditangani.
Hasil identifikasi tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses perencanaan pembangunan desa, termasuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan penganggaran melalui APB Desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam prosesnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting. Warga perlu memiliki kesempatan menyampaikan kebutuhan dan mengawasi pelaksanaan program agar pembangunan tidak hanya ditentukan berdasarkan perkiraan pemerintah desa.
Sebagai contoh, pembangunan fasilitas air bersih dapat menjadi prioritas apabila masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air layak.
Namun, pembangunan fasilitas saja tidak cukup. Pengelolaan, pemeliharaan, dan keberlanjutan layanan juga perlu diperhatikan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hal serupa berlaku pada program pemberdayaan ekonomi. Pelatihan atau bantuan usaha perlu disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan penerima manfaat, bukan sekadar dilaksanakan untuk memenuhi daftar kegiatan.
Apa Hubungan SDGs Desa dengan Dana Desa?
SDGs Desa berkaitan erat dengan arah perencanaan pembangunan, termasuk penggunaan Dana Desa. Namun, keduanya bukan hal yang sama.
SDGs Desa merupakan kerangka tujuan pembangunan, sedangkan Dana Desa adalah salah satu sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, pencapaian tujuan SDGs Desa tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. Hal yang lebih penting adalah apakah program tersebut menjawab kebutuhan warga dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan.
Pembangunan jalan, misalnya, dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian dan akses menuju layanan kesehatan.
Sementara itu, program pemberdayaan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan.
Agar manfaatnya optimal, pemerintah desa perlu memastikan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pengawasan berjalan dengan baik.
Masyarakat juga berperan dalam mengawasi penggunaan anggaran serta menyampaikan masukan apabila program yang dijalankan tidak sesuai kebutuhan.
Mengapa SDGs Desa Penting bagi Masyarakat?
Pentingnya SDGs Desa terletak pada upaya mengarahkan pembangunan agar tidak meninggalkan kelompok masyarakat tertentu.
Desa yang terlihat berkembang secara fisik belum tentu berhasil meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya.
Masih adanya keluarga miskin, anak yang kesulitan mengakses pendidikan, keterbatasan air bersih, atau minimnya kesempatan kerja menunjukkan bahwa pembangunan perlu dinilai dari berbagai aspek.
Melalui pendekatan SDGs Desa, pemerintah desa memiliki kerangka untuk melihat persoalan secara lebih menyeluruh.
Data dan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan prioritas, sementara evaluasi digunakan untuk melihat apakah program yang dilaksanakan benar-benar memberikan hasil.
Keberhasilannya tentu membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak lain yang dapat mendukung pembangunan.
Tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai apabila hanya berhenti sebagai dokumen perencanaan.
SDGs Desa bukan sekadar daftar 18 tujuan. Kerangka ini menjadi pedoman untuk mendorong pembangunan yang lebih terarah, merata, dan berkelanjutan, sehingga kemajuan desa dapat diukur melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan hanya perubahan fisik wilayah.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Putrawan)






