JurnalLugas.Com – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatat pertumbuhan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan penyedia solusi dokumen dan teknologi informasi ini membukukan laba bersih Rp209 miliar hingga akhir September, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan kenaikan pendapatan bersih perusahaan sebesar 4 persen menjadi Rp2,35 triliun. Kinerja ini menunjukkan kontribusi bisnis utama Astragraphia masih menjadi penopang keuangan perusahaan di tengah kebutuhan dunia usaha terhadap layanan dokumen dan teknologi informasi.
Capaian tersebut menjadi perkembangan penting bagi emiten yang merupakan bagian dari Grup Astra itu, terutama dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Dua Segmen Menopang Kinerja ASGR
Bisnis Astragraphia ditopang dua segmen utama, yakni Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi. Kedua lini usaha tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan sepanjang Januari hingga September 2026.
Pada segmen Solusi Dokumen, perusahaan menyediakan produk dan layanan pengelolaan dokumen untuk kebutuhan pelanggan korporasi. Bisnis ini didukung kemitraan distribusi serta layanan purnajual bersama Fujifilm Business Innovation.
Sementara itu, segmen Solusi Teknologi Informasi dijalankan melalui PT Astra Graphia Information Technology (AGIT). Layanan yang ditawarkan mencakup infrastruktur teknologi informasi, pengembangan aplikasi, layanan terkelola, pusat data, hingga komputasi awan.
Pengembangan kedua segmen tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan pelanggan bisnis yang terus berkembang, terutama dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Digitalisasi Jadi Bagian Strategi Perusahaan
Presiden Direktur Astragraphia, Hendrix Permana, menyebut pertumbuhan laba bersih hingga kuartal III-2026 mencerminkan pelaksanaan strategi perusahaan yang konsisten.
“Peningkatan laba bersih konsolidasian pada kuartal ketiga ini mencerminkan implementasi strategi dan rencana kerja perusahaan yang berjalan dengan konsisten,” kata Hendrix dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Menurut perusahaan, upaya menjaga kinerja juga didukung penerapan keunggulan operasional, pengelolaan arus kas, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan.
Selain mengembangkan bisnis komersial, Astragraphia menjalankan program Desa Sejahtera Astra yang berfokus pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Dengan laba bersih yang meningkat dan pendapatan yang tetap tumbuh, perkembangan kinerja Astragraphia hingga September 2026 menjadi gambaran perjalanan bisnis perusahaan pada tiga kuartal pertama tahun ini.
Kinerja sepanjang kuartal berikutnya akan menjadi bagian penting untuk melihat keberlanjutan pertumbuhan hingga akhir 2026.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)





