JurnalLugas.Com – Iran kembali menegaskan kendali militernya atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Teheran memperingatkan kapal-kapal yang melintas di luar aturan yang ditetapkannya berisiko menghadapi konsekuensi serius.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi pada Senin (26/10/2026). Ia menyebut Selat Hormuz, Teluk Persia, Teluk Oman, serta wilayah pesisir dan pulau-pulau di sekitarnya berada dalam kendali angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan Abdollahi tersebut dikutip oleh lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB. Ia juga menegaskan bahwa pelayaran di Selat Hormuz harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Teheran.
“Seluruh kawasan perairan strategis tersebut berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran,” kata Abdollahi dalam pernyataannya.
Iran Peringatkan Kapal yang Melanggar Aturan Pelayaran
Abdollahi menyampaikan peringatan khusus kepada kapal-kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz di luar jalur atau ketentuan yang ditetapkan Iran. Menurut dia, tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan kapal.
Ia menegaskan bahwa selama jalur tersebut masih ditutup, kapal tidak akan diizinkan melintas di luar kerangka aturan yang diberlakukan Iran.
Pernyataan itu memperlihatkan sikap tegas Teheran terhadap pengaturan lalu lintas laut di kawasan tersebut. Namun, klaim kendali yang disampaikan pejabat Iran itu merupakan pernyataan resmi pihak Iran dan tidak dengan sendirinya menjelaskan status operasional seluruh jalur pelayaran secara independen.
Selat Hormuz Memiliki Arti Strategis
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Jalur ini menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi lintasan bagi kapal-kapal pengangkut minyak serta produk energi lainnya.
Setiap pembatasan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi dan meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran maupun pelaku pasar.
Karena itu, pernyataan Iran mengenai pembatasan lintasan kapal menjadi perhatian, terutama terkait keselamatan pelayaran dan kelancaran arus perdagangan internasional.
Ancaman terhadap kapal yang tidak mengikuti aturan Iran juga menambah perhatian terhadap risiko keamanan di kawasan tersebut.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penerapan kebijakan yang diumumkan Teheran serta respons pihak-pihak yang berkepentingan terhadap jalur laut strategis itu.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






