JurnalLugas.Com – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Presiden AS Donald Trump menyatakan militer Amerika berpotensi melancarkan serangan ke Gunung Pickaxe, kawasan berbenteng yang berada tidak jauh dari fasilitas pengayaan nuklir Natanz.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat, 4 September 2026, saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih. Ia menyebut lokasi tersebut sebagai salah satu sasaran yang mungkin segera diserang.
Trump juga berupaya menggambarkan situasi dengan Iran sebagai konflik militer yang terbatas. Menurutnya, bentrokan tidak berlangsung secara terus-menerus dan serangan dilakukan secara sporadis.
“Ini konflik militer, tetapi bagi kami bukan perkara besar,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari pernyataannya kepada wartawan.
Namun, ancaman terbaru tersebut menunjukkan bahwa eskalasi belum benar-benar mereda. Pasukan AS sebelumnya dilaporkan menyerang puluhan sasaran Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk sistem pertahanan udara, radar, komunikasi dan fasilitas yang berkaitan dengan kemampuan penebaran ranjau.
Situasi semakin mendapat sorotan setelah serangan pada Selasa malam menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari 60 lainnya terluka.
Sehari kemudian, Trump kembali mengeluarkan peringatan bahwa Amerika dapat melakukan serangan terhadap Iran kapan saja.
Konflik yang melibatkan AS, Israel dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari. Serangkaian serangan sejak awal konflik dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meluasnya pertempuran di kawasan Timur Tengah.
Ancaman terhadap Gunung Pickaxe kini menjadi perhatian karena lokasinya berkaitan dengan kawasan strategis di sekitar Natanz. Jika serangan benar-benar dilakukan, langkah tersebut berpotensi kembali meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Baca perkembangan berita terbaru dan informasi lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






