JurnalLugas.Com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menyatakan pemerintah akan melawan segala tindakan yang mengarah pada perbuatan makar.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Syahganda menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara merupakan persoalan serius. Ia menyebut tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi karena dinilai telah mengarah pada makar.
“Persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi,” kata Syahganda.
Ia kemudian menegaskan sikap pemerintah terhadap tindakan yang dianggap mengarah pada makar.
“Kita harus melawan segala bentuk makar,” ujarnya.
Menurut Syahganda, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang wajib dijaga dan dihormati seluruh rakyat Indonesia.
Ia juga menilai pengkhianatan pejabat negara terhadap Presiden perlu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.
Syahganda meminta setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan Presiden diproses melalui penegakan hukum.
“Harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari sikap Syahganda dalam merespons dugaan penyadapan terhadap Prabowo serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional.
Ia turut mengingatkan agar ambisi kekuasaan tidak membuat masyarakat membiarkan praktik politik yang berpotensi memecah persatuan.
“Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk,” ujar Syahganda.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Catur)






