Modus Penipuan iPhone Duo, Diskon 25 Persen Jadi Umpan Curi Data

JurnalLugas.Com – Peluncuran iPhone Duo, yang disebut sebagai ponsel lipat pertama Apple dalam laporan tersebut, dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjerat calon pembeli melalui situs web palsu.

Penipu menawarkan harga lebih murah dengan tampilan yang menyerupai situs resmi Apple agar pengunjung tergoda melakukan pemesanan.

Bacaan Lainnya

Salah satu modus yang ditemukan adalah menawarkan diskon 25 persen dengan batas waktu hanya 30 menit. Penggunaan penghitung waktu itu dirancang untuk menciptakan kesan bahwa kesempatan membeli produk dengan harga murah akan segera berakhir.

Situasi tersebut membuat calon pembeli berisiko mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa memeriksa keaslian situs maupun penawaran yang diberikan.

Analis konten web Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan pelaku penipuan kerap memanfaatkan antusiasme masyarakat ketika perangkat unggulan diluncurkan.

“Antusiasme peluncuran menciptakan rasa mendesak yang dapat menurunkan kewaspadaan calon pembeli,” kata Olga dalam keterangan resminya, Selasa (27/10).

Tidak Langsung Meminta Pembayaran

Menurut Kaspersky, salah satu situs palsu yang ditemukan tidak langsung meminta informasi pembayaran. Calon pelanggan justru diberi tahu bahwa seorang manajer akan menghubungi mereka untuk mengatur pengiriman barang.

Pola tersebut dapat membuat proses penawaran terlihat lebih meyakinkan. Padahal, komunikasi lanjutan berpotensi menjadi cara pelaku mengumpulkan informasi pribadi sebelum korban menyadari adanya penipuan.

Kaspersky juga menemukan situs yang menyediakan pilihan bahasa dan mata uang berbeda. Temuan ini mengindikasikan bahwa kampanye tersebut berupaya menjangkau calon korban dari berbagai negara.

Modus lainnya menyasar pengguna berbahasa Portugis. Situs tersebut mengarahkan pengunjung ke aplikasi percakapan sejak awal dan meminta nomor telepon serta alamat email untuk memeriksa ketersediaan produk.

Olga mengingatkan, pembeli perangkat kelas atas bisa menjadi sasaran yang menarik bagi penipu karena mereka memang telah berniat mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

“Pembeli produk unggulan berpotensi menjadi target menguntungkan karena mereka mungkin bersedia memberikan data pribadi maupun informasi pembayaran,” ujarnya.

Risiko penipuan tidak hanya muncul ketika korban mentransfer uang. Data yang sudah diserahkan juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan penipuan lain di kemudian hari.

Cara Menghindari Penipuan Belanja Online

Kaspersky mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap diskon tidak resmi, penawaran pre-order, maupun layanan pemeriksaan ketersediaan barang yang tidak jelas asal-usulnya.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, calon pembeli dapat melakukan sejumlah langkah berikut:

  • Belanja melalui kanal resmi. Gunakan toko resmi atau penjual tepercaya dan jangan mudah tergiur harga yang jauh lebih murah.
  • Periksa alamat situs. Teliti URL, ejaan nama organisasi, dan keaslian halaman sebelum memasukkan informasi pribadi.
  • Gunakan perlindungan keamanan. Manfaatkan perangkat lunak keamanan atau ekstensi tepercaya yang dapat membantu mendeteksi situs berbahaya dan tautan phishing.
  • Lindungi informasi pembayaran. Pertimbangkan metode pembayaran yang menyediakan perlindungan tambahan, seperti kartu virtual jika tersedia.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor. Tambahkan perlindungan pada akun dan aplikasi keuangan, lalu periksa riwayat transaksi secara berkala.

Calon pembeli juga sebaiknya tidak menyerahkan nomor telepon, alamat email, atau data pembayaran hanya karena diminta melalui situs yang belum terverifikasi.

Antusiasme terhadap perangkat baru memang bisa dimanfaatkan penipu untuk menarik perhatian. Namun, memeriksa sumber penawaran dan memastikan jalur transaksi tetap menjadi langkah penting sebelum melakukan pemesanan.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Tirta me)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Vivo X500 Pro Max, Bawa Kamera Periskop 200 MP, Baterai 8.000 mAh

Pos terkait