JurnalLugas.Com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal dapat mempertimbangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Fasilitas pembiayaan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha produktif memperoleh modal kerja maupun dana investasi dengan tingkat bunga yang mendapat subsidi pemerintah.
KUR BRI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari membeli bahan baku, menambah persediaan barang dagangan, membeli peralatan produksi, hingga memperluas kapasitas usaha.
Namun, tidak semua pelaku usaha otomatis bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Calon debitur harus memenuhi persyaratan, memiliki kegiatan usaha yang layak, serta lolos penilaian kelayakan kredit dari pihak bank.
Sebelum mengajukan pinjaman, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, mulai dari jenis KUR, batas pinjaman, bunga, jangka waktu pembayaran, hingga dokumen yang harus disiapkan.
1. Mengenal Jenis KUR BRI dan Besaran Plafon
BRI menyediakan beberapa kategori KUR yang dapat disesuaikan dengan skala usaha dan kebutuhan pembiayaan.
Berdasarkan informasi produk KUR BRI tahun 2026, terdapat tiga kategori utama yang dapat dipertimbangkan pelaku UMKM.
KUR Super Mikro
KUR Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha dengan kebutuhan pembiayaan relatif kecil.
- Plafon pinjaman maksimal Rp10 juta.
- Suku bunga 3 persen efektif per tahun.
- Dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha.
Kategori ini dapat menjadi pilihan bagi usaha rintisan atau pelaku usaha yang baru mengembangkan kegiatan produktifnya.
KUR Mikro
KUR Mikro ditujukan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal lebih besar untuk menjalankan atau mengembangkan bisnis.
- Plafon pinjaman di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta.
- Suku bunga bertahap mulai 6 persen efektif per tahun.
- Kredit Modal Kerja memiliki jangka waktu maksimal tiga tahun.
- Kredit Investasi memiliki jangka waktu maksimal lima tahun.
KUR Kecil
KUR Kecil diperuntukkan bagi pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas bisnis.
- Plafon pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta.
- Suku bunga bertahap mulai 6 persen efektif per tahun.
- Kredit Modal Kerja memiliki jangka waktu maksimal empat tahun.
- Kredit Investasi memiliki jangka waktu maksimal lima tahun.
Perlu diperhatikan, besaran bunga akhir mengikuti ketentuan program dan riwayat pengajuan kredit debitur. Khusus KUR Kecil, ketentuan agunan mengikuti kebijakan bank.
2. Siapa yang Bisa Mengajukan KUR BRI?
KUR BRI tidak diberikan kepada semua orang yang membutuhkan uang. Fasilitas ini memiliki sasaran utama pelaku usaha produktif yang membutuhkan pembiayaan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan bisnis.
Beberapa kriteria calon debitur yang perlu diperhatikan antara lain:
- Warga Negara Indonesia.
- Memiliki usaha produktif dan layak.
- Kegiatan usaha telah berjalan aktif minimal enam bulan sesuai ketentuan produk.
- Memiliki identitas diri yang sah.
- Mempunyai legalitas atau perizinan usaha.
- Memenuhi ketentuan mengenai fasilitas kredit perbankan lainnya.
- Tidak memiliki catatan negatif dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
BRI juga mencantumkan ketentuan omzet usaha maksimal Rp4,8 miliar per tahun atau berdasarkan estimasi omzet tahun berjalan.
Artinya, pelaku usaha kecil yang memiliki kegiatan bisnis nyata dan memenuhi persyaratan dapat mempertimbangkan pengajuan KUR, baik untuk perdagangan, produksi, maupun sektor usaha produktif lainnya.
3. Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Pengajuan KUR
Sebelum mendatangi kantor BRI, calon debitur sebaiknya menyiapkan dokumen administrasi agar proses pemeriksaan dapat berjalan lebih mudah.
Dokumen yang perlu dipersiapkan meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dokumen perizinan usaha yang dipersyaratkan.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai ketentuan plafon dan jenis pengajuan.
- Catatan keuangan atau informasi omzet usaha apabila diminta.
- Dokumen pendukung lainnya sesuai hasil pemeriksaan bank.
Legalitas usaha menjadi salah satu bagian penting dalam pengajuan. Pelaku UMKM perlu memastikan kegiatan bisnisnya memiliki identitas dan perizinan yang sesuai dengan ketentuan.
Selain kelengkapan dokumen, BRI juga akan melihat kondisi usaha, kemampuan membayar angsuran, serta riwayat pembiayaan calon debitur.
Karena itu, menyiapkan dokumen saja belum menjamin pinjaman langsung disetujui.
4. KUR BRI Bisa Digunakan untuk Apa Saja?
KUR merupakan pembiayaan yang diarahkan untuk kegiatan produktif. Dana pinjaman tidak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif pribadi.
Ada dua tujuan utama penggunaan KUR, yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi.
Kredit Modal Kerja (KMK)
Pembiayaan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional usaha, seperti:
- Membeli bahan baku produksi.
- Menambah stok barang dagangan.
- Membeli kebutuhan operasional bisnis.
- Membiayai kegiatan produksi dan perdagangan.
- Menjaga kelancaran perputaran modal usaha.
Kredit Investasi (KI)
Jenis pembiayaan ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha dalam jangka lebih panjang.
Contohnya membeli mesin produksi, peralatan usaha, sarana pendukung bisnis, atau memperluas tempat kegiatan usaha.
Sektor yang dapat dibiayai mencakup pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, pariwisata, jasa, dan sektor produktif lainnya.
Dengan pembagian tersebut, pelaku UMKM dapat menentukan jenis pembiayaan berdasarkan kebutuhan sebenarnya, bukan sekadar mengambil pinjaman dengan plafon terbesar.
5. Bagaimana Cara Mengajukan KUR BRI?
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui jaringan kantor dan petugas resmi BRI.
Berikut tahapan yang perlu diketahui calon debitur:
Pertama, menentukan kebutuhan pinjaman.
Hitung jumlah modal yang benar-benar diperlukan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Hindari mengajukan pinjaman melebihi kemampuan bisnis.
Kedua, menyiapkan dokumen.
Lengkapi KTP, KK, NIB, NPWP apabila dipersyaratkan, serta dokumen pendukung kegiatan usaha.
Ketiga, mendatangi kantor BRI.
Calon debitur dapat mengunjungi kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, atau Teras BRI untuk memperoleh informasi dan mengajukan permohonan.
Keempat, mengisi formulir pengajuan.
Sampaikan informasi mengenai identitas, jenis usaha, omzet, kebutuhan pembiayaan, dan tujuan penggunaan dana secara benar.
Kelima, mengikuti pemeriksaan bank.
Petugas BRI akan memeriksa dokumen dan melakukan analisis terhadap kelayakan usaha serta kemampuan calon debitur membayar angsuran.
Keenam, menunggu keputusan kredit.
Jika pengajuan disetujui, calon debitur akan memperoleh penjelasan mengenai plafon, bunga, tenor, dan ketentuan pembayaran sebelum menandatangani perjanjian kredit.
BRI menegaskan bahwa keputusan pemberian pinjaman tetap melalui proses pemeriksaan dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Waspadai Penipuan Berkedok Pengajuan KUR BRI
Pelaku UMKM juga perlu berhati-hati terhadap penawaran pinjaman yang mengatasnamakan BRI.
Dalam keterangannya pada 18 Mei 2026, Corporate Secretary BRI Dhanny mengingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang menawarkan KUR melalui tautan tidak resmi, pesan singkat, maupun akun media sosial.
BRI menegaskan bahwa pengajuan KUR harus melalui petugas dan unit kerja resmi perusahaan.
“Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI,” ujar Dhanny.
BRI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan pencairan pinjaman secara cepat dengan persyaratan tidak wajar.
Calon debitur diminta tidak memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun informasi perbankan rahasia kepada pihak lain.
Selain itu, proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya di awal. Karena itu, permintaan transfer uang dengan alasan biaya pencairan atau biaya administrasi awal patut diwaspadai.
Informasi dan pengaduan dapat dikonfirmasi melalui Contact BRI di nomor 1500017.
7. Hal yang Harus Diperhitungkan Sebelum Mengambil KUR
Meskipun menawarkan pembiayaan dengan bunga yang mendapat subsidi pemerintah, pelaku UMKM tetap harus memperhitungkan kemampuan membayar pinjaman.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum menyetujui kredit.
- Kemampuan membayar: Pastikan pendapatan usaha mampu menutup cicilan tanpa mengganggu kebutuhan operasional.
- Perputaran uang: Sesuaikan waktu pembayaran dengan pola pemasukan bisnis.
- Jumlah pinjaman: Ambil dana berdasarkan kebutuhan, bukan semata-mata karena tersedia plafon besar.
- Jangka waktu: Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan keuangan.
- Ketentuan agunan: Periksa persyaratan jaminan sesuai kategori KUR yang diajukan.
Pelaku usaha juga sebaiknya memiliki pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Catatan tersebut membantu mengetahui keuntungan bersih sekaligus memperkirakan kemampuan membayar angsuran.
KUR BRI Menjadi Pilihan Pembiayaan untuk Mengembangkan UMKM
KUR BRI memberikan pilihan pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan kebutuhan modal yang berbeda-beda. Mulai dari KUR Super Mikro hingga KUR Kecil, masing-masing memiliki plafon, bunga, dan jangka waktu pembayaran tersendiri.
Namun, calon debitur perlu memahami bahwa fasilitas tersebut bukan bantuan dana cuma-cuma. KUR merupakan pinjaman yang wajib dikembalikan sesuai perjanjian kredit.
Karena itu, sebelum mengajukan permohonan, pelaku UMKM perlu memastikan usahanya berjalan produktif, memiliki prospek, serta mampu menghasilkan pendapatan untuk membayar cicilan.
Informasi mengenai produk, persyaratan, dan ketentuan terbaru dapat diperoleh melalui situs resmi BRI atau kantor BRI terdekat.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






