Harga Emas Dunia Tertekan di Awal November, Mayoritas Analis Ramal Masih Turun

JurnalLugas.Com – Harga emas dunia mengawali November 2026 dengan tekanan jual yang belum mereda. Setelah mengalami penurunan lebih dari 3 persen dalam sepekan terakhir hingga menembus level psikologis USD3.900 per troy ons, prospek logam mulia tersebut masih dibayangi potensi koreksi lanjutan.

Mayoritas analis pasar memperkirakan harga emas belum mampu segera bangkit pada pekan pertama November. Pandangan tersebut tercermin dalam survei mingguan Kitco yang melibatkan 16 analis pasar.

Bacaan Lainnya

Hasil survei menunjukkan hanya satu analis atau sekitar 6 persen yang memperkirakan harga emas akan mengalami kenaikan dalam sepekan ke depan.

Sebaliknya, sebanyak 10 analis atau 63 persen memprediksi harga emas kembali melemah. Sementara itu, lima analis atau 31 persen memperkirakan pergerakan harga cenderung mendatar atau belum menunjukkan arah yang jelas.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, UBS dan Galeri24 Cantik

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi pandangan pelaku pasar terhadap pergerakan emas dalam waktu dekat.

Harga Emas Spot Anjlok 3,60 Persen

Pesimisme para analis muncul setelah harga emas mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Harga emas spot tercatat turun 3,60 persen menjadi USD3.875,64 per troy ons. Penurunan tersebut sekaligus membawa harga logam mulia ini berada di bawah level psikologis USD3.900.

Koreksi dalam waktu singkat tersebut menjadi perhatian pasar karena emas sebelumnya dikenal sebagai salah satu instrumen yang banyak digunakan untuk menjaga nilai aset ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Namun, kondisi pasar pada awal November menunjukkan bahwa emas masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat.

Mayoritas Analis Belum Melihat Peluang Penguatan

Hasil survei Kitco memperlihatkan perbedaan pandangan yang cukup mencolok antara kelompok analis yang memperkirakan penurunan dan mereka yang mengharapkan kenaikan.

Dari total 16 analis yang mengikuti survei, hanya satu orang yang melihat peluang penguatan harga emas. Sebagian besar lainnya justru memperkirakan koreksi masih berlanjut.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Rp2,727 Juta, UBS dan Galeri24 Ikut Bergerak

Berikut rincian proyeksi analis:

  • Harga naik: 1 analis (6 persen).
  • Harga turun: 10 analis (63 persen).
  • Harga mendatar: 5 analis (31 persen).

Meski demikian, hasil survei tersebut merupakan gambaran ekspektasi analis, bukan kepastian mengenai arah pergerakan harga emas.

Memasuki pekan pertama November 2026, perkembangan pasar selanjutnya akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah tekanan jual masih berlanjut atau harga emas mulai menemukan momentum pemulihan.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait