Bentrok TNI dan Warga Pidie Dipicu Bendera Bulan Bintang, 1 Orang Tewas dan 19 Terluka

JurnalLugas.Com — Bentrokan antara personel TNI dan warga di Kabupaten Pidie, Aceh, berujung korban jiwa.

Seorang warga meninggal dunia, sementara 13 warga lainnya dan enam anggota TNI mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu, 4 November 2026.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut berlangsung di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro. Perselisihan bermula ketika bendera Bulan Bintang dikibarkan di lokasi kegiatan keagamaan tersebut.

Prajurit TNI bersama unsur terkait kemudian berupaya menertibkan dan menurunkan bendera. Sebelum tindakan dilakukan, aparat TNI dan Polri disebut telah berkomunikasi serta melakukan mediasi dengan panitia penyelenggara.

Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan. Panitia tetap ingin mempertahankan pengibaran bendera sehingga situasi di lokasi semakin memanas.

Pelemparan Batu dan Kayu Berujung Bentrokan

Menurut keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono, situasi meningkat ketika terjadi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI.

Baca Juga  TNI Bubarkan Aksi Bawa Bendera GAM di Lhokseumawe, Seorang Pria Bersenjata Diamankan

Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel di lokasi berupaya menenangkan massa dan melakukan pembubaran menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Dalam situasi yang dinilai mengancam keselamatan anggota, aparat kemudian melakukan tindakan pengamanan secara bertahap.

Tembakan peringatan menggunakan munisi hampa dikeluarkan, kemudian disusul penggunaan munisi karet.

“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan,” kata Donny, Kamis, 5 November 2026.

Identitas Korban Meninggal Dunia

Satu warga yang meninggal dalam insiden tersebut diketahui bernama Abzalul Riza. Ia merupakan warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Jenazah Abzalul telah dimakamkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.

Secara keseluruhan, terdapat 14 warga yang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, enam personel TNI juga dilaporkan terluka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga serta berharap para korban luka segera pulih.

Situasi Pidie Kembali Kondusif

Setelah bentrokan, situasi di Desa Pulo Keunari dilaporkan kembali kondusif. Hingga Kamis pukul 04.30 WIB, aparat menyatakan kondisi keamanan secara umum telah terkendali.

Meski demikian, personel TNI masih disiagakan untuk memantau keadaan dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Di wilayah lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru.

Insiden di Pulo Keunari menjadi perhatian karena bermula dari persoalan pengibaran bendera dalam kegiatan keagamaan, tetapi berakhir dengan jatuhnya korban jiwa dan belasan orang terluka.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Agus Sitorus)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait