JurnalLugas.Com – Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Korea Utara (Korut) dan Jepang telah dibatalkan, AFC mengonfirmasi hal tersebut setelah pertimbangan dengan FIFA.
Penjadwalan ulang pertandingan menjadi topik diskusi dengan komite FIFA terkait, dengan update lebih lanjut yang diharapkan segera.
Ini merupakan langkah yang diambil setelah Korut menolak menjadi tuan rumah pertandingan di Pyongyang, tanpa menjelaskan alasannya.
Hal ini terjadi setelah Korut sebelumnya menolak menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola putri melawan Jepang, dengan alasan kekhawatiran terhadap infeksi bakteri di Jepang.
Pertandingan di Pyongyang akan menjadi yang pertama kalinya tim putra Jepang bermain di Korut sejak 2011, menciptakan sebuah momen langka dalam sepak bola internasional.
Namun, alasan di balik penolakan Korut untuk menjadi tuan rumah tidak disebutkan secara eksplisit.
Sekretaris Jenderal AFC Windsor John sebelumnya mengindikasikan bahwa pertandingan akan diadakan di tempat netral, meskipun lokasi dan tanggal pertandingan belum dikonfirmasi.
Hal ini mengisyaratkan adanya pembicaraan yang berkelanjutan antara pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi terbaik.
Langkah ini juga dilakukan setelah pertimbangan keamanan, dengan Kementerian Luar Negeri Jepang memperingatkan penggemar sepak bola untuk tidak melakukan perjalanan ke Korut karena hubungan yang tegang antara kedua negara tersebut.
Ini menunjukkan bahwa selain pertimbangan teknis, pertimbangan politik dan keamanan juga menjadi faktor penting dalam pengaturan pertandingan internasional.






