JurnalLugas.Com – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan Indonesia saat ini dan masa depan.
Menurutnya, transaksi niaga elektronik telah membawa dampak positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Perkembangan ekonomi digital merupakan sumber utama pembangunan ekonomi Indonesia saat ini dan ke depan. Pengusaha perlu terus memperhatikan kemajuan teknologi sebagai kunci keberhasilan,” ungkap Zulkifli dalam pernyataannya di Jakarta pada Jumat, 22 Maret 2024.
Proyeksi ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pelaku usaha, untuk mengambil manfaat dari kemajuan teknologi guna mengembangkan bisnis mereka.
Zulkifli menyoroti bahwa dalam lima tahun terakhir, ekonomi digital telah menunjukkan potensi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Di tahun ini, nilai transaksi bruto ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 82 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1.292 triliun.
Proyeksi tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 110 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Tidak hanya itu, nilai ekonomi layanan pembayaran digital pada tahun 2023 mencapai 313 miliar dolar AS atau meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2022.
Proyeksi ini menunjukkan pertumbuhan yang terus-menerus hingga mencapai 417 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Selain sektor swasta, pemerintah juga diharapkan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam memberikan pelayanan publik.
Pelayanan pemerintah secara elektronik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, aksesibilitas masyarakat, serta transparansi dan akuntabilitas.
Zulkifli menambahkan bahwa Kementerian Perdagangan terus mendorong transformasi digital di sektor perdagangan, termasuk pengembangan pemerintahan berbasis teknologi informasi.
Layanan publik di Kementerian Perdagangan juga telah mengadopsi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi.
Beberapa layanan publik yang sudah dijalankan dengan memanfaatkan teknologi informasi antara lain sistem perizinan yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS), Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), sistem layanan pengaduan konsumen, sistem pemantauan dan pengawasan siber e-Commerce, serta etalase produk UMKM.
Berdasarkan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2023, layanan digital Kemendag telah meraih predikat sangat baik dengan indeks 4,16.
Evaluasi tersebut mencakup aspek tata kelola, arsitektur, standar, dan keamanan layanan digital pada kementerian dan lembaga terkait.
Zulkifli menekankan pentingnya manajemen data yang bijaksana untuk memaksimalkan potensi ekosistem digital, karena data dianggap sebagai aset paling berharga dalam konteks ini.






