PT Indika Energy Tbk (INDY) Tawarkan Surat Utang USD350 juta di Bursa Singapura Singapore Exchange Securities Trading Limited

JurnalLugas.Com – PT Indika Energy Tbk (INDY) telah menyelesaikan tahap roadshow dan penetapan harga terkait rencana penerbitan surat utang senilai USD350 juta yang akan terdaftar di Bursa Singapura, Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Menurut Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan Indika Energy, surat utang tersebut menawarkan tingkat bunga sebesar 8,75 persen per tahun.

Bacaan Lainnya

“Proses roadshow dan penetapan harga telah selesai untuk penerbitan surat utang sebesar USD350 juta dengan tingkat bunga 8,75 persen per tahun, di luar wilayah Indonesia, sesuai dengan ketentuan Rule 144A dan Regulation S dari US Securities Act of 1933, yang akan jatuh tempo pada tahun 2029 dan akan terdaftar di Singapore Exchange Securities Trading Limited,” jelas Adi, Jakarta, Kamis (25/4).

Baca Juga  China Masuk Pasar Obligasi RI? Strategi Baru Pemerintah Tekan Biaya Utang Bikin Investor AS Bereaksi

Surat utang ini direncanakan akan dijamin oleh PT Indika Inti Corpindo (IIC), PT Tripatra Engineering (TPE), PT Tripatra Multi Energi (TIME), PT Tripatra Engineers and Constructors (TPEC), dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. (TRIS).

Selain jaminan perusahaan dari para penjamin, surat utang juga akan dijamin dengan jaminan kebendaan yang diberikan oleh perseroan, TIME, TPEC, dan IIC.

“Dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang akan digunakan untuk pembelian kembali pokok utang maksimum terkait surat utang senior 8,25 persen senilai USD675 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2025, yang diterbitkan oleh Indika Energy Capital IV Pte. Ltd (surat utang lama),” jelas Adi.

Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk melunasi sisa pokok utang surat utang lama melalui pembelian kembali di pasar terbuka, penawaran tender, dan/atau pelunasan sesuai dengan perjanjian surat utang lama.

“Juga akan digunakan untuk mendanai pengeluaran modal perseroan terkait pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara,” tambahnya.

Adi menyatakan bahwa proses roadshow dan penetapan harga telah selesai, dan perseroan, para penjamin, dan pembeli awal telah menandatangani Perjanjian Pembelian pada 24 April 2024.

Baca Juga  Diserbu Investor, Lelang SUN Raup Rp40 Triliun, Seri Ini Paling Diburu

“Pembelian Agreement telah ditandatangani oleh perseroan, IIC, TPE, TIME, TPEC, TRIS bersama dengan BNI Securities Pte. Ltd., Deutsche Bank AG, Singapore Branch, Mandiri Securities Pte. Ltd., dan Standard Chartered Bank (Singapore) Limited, sebagai joint bookrunners dan pembeli awal,” ungkap Adi.

Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Pembelian, perseroan dan para penjamin akan menandatangani Indenture dengan The Bank of New York Mellon sebagai trustee (Indenture) pada 7 Mei 2024.

“Selain Indenture, perseroan dan para penjamin akan menandatangani dokumen lain yang diperlukan terkait penerbitan surat utang,” tambahnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait