JurnalLugas.Com — Kinerja pendanaan PT Bussan Auto Finance Tbk terus menunjukkan stabilitas di tengah dinamika industri pembiayaan nasional. Perusahaan berkode saham BAFI itu memastikan kesiapan dana untuk melunasi kewajiban obligasi yang akan jatuh tempo pada Juni 2026, termasuk pembayaran pokok dan bunga terakhir Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Seri A Tahun 2025.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa emiten sektor pembiayaan ini masih menjaga likuiditas dan komitmen terhadap investor pasar modal. Nilai pokok obligasi yang akan dilunasi mencapai Rp240 miliar, sementara pembayaran bunga terakhir tercatat sekitar Rp4,33 miliar.
Manajemen BAFI menyebut proses pembayaran telah dipersiapkan jauh hari sebelum jatuh tempo. Dana pelunasan nantinya akan disalurkan melalui agen pembayaran resmi, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Wakil Presiden Direktur BAFI, Sigit Sembodo, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan seluruh kebutuhan dana untuk memenuhi kewajiban tersebut sesuai jadwal.
“Perseroan telah menyiapkan dana untuk pelunasan pokok dan bunga terakhir obligasi,” ujarnya dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Obligasi PUB III Tahap III Seri A Tahun 2025 itu dijadwalkan jatuh tempo pada 8 Juni 2026 untuk pembayaran pokok, sedangkan bunga terakhir akan dibayarkan pada 5 Juni 2026.
Keputusan BAFI memastikan pembayaran tepat waktu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketatnya persaingan industri multifinance. Stabilitas pembayaran utang juga menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas dan kualitas pembiayaan.
Sebelumnya, perusahaan juga telah menuntaskan pembayaran pokok dan bunga terakhir Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Seri B Tahun 2023 pada April 2026. Nilai pelunasan kala itu mencapai Rp841 miliar dengan bunga tahunan sebesar 7,10 persen.
Instrumen obligasi berkode BAFI02BCN3 tersebut memiliki tenor tiga tahun sejak diterbitkan pada April 2023. Untuk pembayaran bunga terakhir, perusahaan menggelontorkan dana sekitar Rp14,93 miliar.
Analis pasar menilai konsistensi pembayaran obligasi dapat memperkuat reputasi perusahaan pembiayaan di mata investor institusi maupun ritel. Selain menjaga kredibilitas emiten, langkah tersebut juga membuka peluang pendanaan baru apabila perusahaan kembali menerbitkan surat utang di masa mendatang.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi tantangan suku bunga dan daya beli masyarakat, kemampuan perusahaan multifinance memenuhi kewajiban finansial tepat waktu menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Dengan kesiapan dana yang telah diumumkan lebih awal, BAFI menunjukkan strategi pengelolaan keuangan yang lebih disiplin sekaligus menjaga momentum pertumbuhan bisnis pembiayaan pada 2026.
Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






