JurnalLugas.Com — PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA International Tbk (DOID), tengah menyiapkan penerbitan surat utang senilai maksimal USD500 juta atau sekitar Rp8,3 triliun. Aksi korporasi besar ini akan dilakukan melalui Bursa Efek Singapura (SGX-ST).
Nilai obligasi yang direncanakan tergolong jumbo karena melampaui 50 persen dari total ekuitas BUMA per 30 Juni 2025. Berdasarkan laporan keuangan, ekuitas perseroan tercatat sebesar USD100,9 juta, sehingga nilai transaksi ini mencapai hampir 500 persen dari modal sendiri.
Direktur BUMA, Irwan Fuad Salim, menjelaskan bahwa surat utang akan diterbitkan di luar negeri sesuai ketentuan Rule 144A dan Regulation S dari Securities Act. “Instrumen ini akan dicatatkan pada Bursa Efek Singapura dan ditawarkan kepada investor internasional,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/10/2025).
Karena bersifat material, rencana penerbitan obligasi tersebut wajib mendapat restu pemegang saham. Untuk itu, perusahaan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 November 2025 mendatang.
Lebih lanjut, surat utang ini akan dijaminkan dengan aset milik perseroan dan/atau anak perusahaan. Namun, detail bentuk jaminan masih dalam tahap pembahasan. Kupon obligasi dipatok maksimal 10 persen per tahun, dengan pembayaran bunga setiap enam bulan.
BUMA berencana menggunakan dana hasil emisi ini untuk membayar kembali sebagian utang lama (refinancing). Sisa dana akan dialokasikan sebagai modal kerja tambahan serta mendukung rencana ekspansi melalui potensi akuisisi di masa depan.
Selengkapnya baca di JurnalLugas.Com






