JurnalLugas.Com – Jejaring sosial TikTok telah memperkenalkan label khusus otomatis untuk konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Misalnya, jika Anda memposting sesuatu yang dibuat oleh DALL·E 3 milik OpenAI, label “AI-generated” akan muncul, memberi tahu pengguna bahwa konten tersebut berasal dari AI.
Adam Presser, Kepala Operasi dan Kepercayaan & Keamanan TikTok, menekankan pentingnya transparansi bagi pengguna terkait konten yang dihasilkan AI.
Hal ini sejalan dengan penerapan teknologi Content Credentials oleh Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA), bersama Microsoft dan Adobe.
Teknologi Content Credentials ini melampirkan metadata khusus kepada konten, memungkinkan TikTok untuk mengidentifikasi konten AI secara langsung dan memberikan label sesuai.
Metadata ini memberikan informasi tentang asal-usul dan proses pembuatan atau penyuntingan konten AI, yang akan tetap tersemat pada konten tersebut meskipun diunduh.
Kebijakan ini mulai berlaku dan akan diterapkan secara global dalam beberapa pekan ke depan.
Adam menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra adalah kunci dalam memudahkan pengguna TikTok untuk mengeksplorasi konten AI dengan bertanggung jawab, sambil menjaga agar konten AI yang berbahaya atau menyesatkan tidak diperbolehkan di platform.
Selain itu, TikTok juga akan memberi label konten yang dibuat dengan menggunakan fitur efek AI TikTok serta konten dari platform lain seperti DALL·E 3 dan Microsoft Bing Image Creator.
TikTok juga menegaskan komitmennya untuk melawan penggunaan AI dalam konten yang terkait dengan pemilihan umum, serta keras dalam melarang konten AI yang menyajikan informasi menyesatkan.






