JurnalLugas.Com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, melaporkan bahwa masih terdapat masyarakat kaya yang menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi. Data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) mengkategorikan keluarga ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan keluarga termiskin, sedangkan desil 10 adalah keluarga terkaya.
Nicke mengungkapkan bahwa 2 hingga 3 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari desil 7 menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi. Laporan ini didasarkan pada data pembelian LPG menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikumpulkan oleh perseroan.
“Kita dapat pemetaan desil 1 sampai 10 itu semuanya menikmati, malah sampai desil 7 banyak sekali antara 2—3 juta NIK mengonsumsi LPG 3 Kg, bahkan yang desil 10 ada,” ujar Nicke dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada Selasa (28/5/2024).
Pertamina mendorong penerapan subsidi langsung untuk penyaluran LPG 3 Kg agar tepat sasaran. Namun, Nicke menegaskan bahwa selama ada disparitas harga, transaksi tidak wajar akan terus terjadi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, melaporkan bahwa total NIK rumah tangga yang bertransaksi LPG 3 Kg mencapai 28,6 juta per 30 April 2024, di mana 79% melakukan pembelian antara 1 hingga 5 tabung per bulan.
Jumlah NIK dari desil 1 hingga 7 yang membeli LPG 3 Kg berkisar antara 2,64 juta hingga 3,22 juta. Sementara, desil 8 hingga 10 yang melakukan pembelian berada dalam rentang 0,32 juta hingga 0,71 juta NIK.
“Desil 1 sampai desil 7 di mana penghasilan dari masyarakat di desil 7 itu lebih kurang Rp4 juta. Inilah segmen yang kalau berdasarkan analisa kami ini merupakan pembeli utama dari LPG 3 Kg. Kalau kita lihat dari desil 8, 9, dan 10 ini memang secara prosentase itu cukup kecil,” ujar Riva.
Perincian Pembelian LPG 3 Kg (dalam Juta NIK):
Desil 1: 2,99
Desil 2: 3,22
Desil 3: 3,22
Desil 4: 3,1
Desil 5: 2,97
Desil 6: 2,81
Desil 7: 2,64
Desil 8: 0,71
Desil 9: 0,61
Desil 10: 0,32
Realisasi penyaluran LPG 3 Kg mencapai 2,69 juta metrik ton (MT) sepanjang tahun berjalan hingga April 2024, meningkat 1,8% dari kuota sebesar 2,64 juta MT. Riva mencatat bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh libur besar keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri serta Pemilu 2024.
“Peningkatan konsumsi masyarakat terkait dengan adanya beberapa event dan juga kegiatan-kegiatan baik dari Ramadan dan Idulfitri dan juga kegiatan beberapa libur terkait dengan Pemilu dan juga hari-hari besar,” jelas Riva.
Berdasarkan rata-rata penyaluran harian hingga April 2024 dan upaya pengendalian kuota LPG 3 Kg, prognosa penyaluran diperkirakan mencapai 8,38 juta MT atau melebihi 4,4% dari kuota 2024 sebesar 8,03 juta MT.






