Tak Cukup NIK, Pertamina Siapkan Sistem Biometrik untuk Elpiji 3 Kg

JurnalLugas.Com – Pertamina Patra Niaga mulai mengembangkan sistem biometrik untuk pembelian elpiji 3 kilogram. Langkah ini disiapkan untuk memperketat penyaluran energi bersubsidi agar diterima masyarakat yang berhak.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan sistem subsidi tepat telah disiapkan untuk BBM maupun elpiji.

Bacaan Lainnya

Saat ini, pembelian elpiji 3 kg sudah menggunakan Merchant Apps Pertamina (MAP) dengan pencatatan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pertamina kemudian mengembangkan sistem tersebut menuju transaksi berbasis biometrik melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Baca Juga  Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyuntikan LPG Ilegal Keuntungan Rp10,18 Miliar

“Pengembangan biometrik masih dalam tahap pengujian,” ujar Eko dalam temu media di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Sementara untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, mekanisme yang berjalan saat ini menggunakan kode batang melalui MyPertamina.

Pertamina juga memperkuat basis data kendaraan dengan melibatkan kementerian, lembaga, dan instansi terkait. Data tersebut akan menjadi bagian penting dalam pengaturan pembelian BBM bersubsidi.

Eko menyebut pemerintah masih menentukan pola pembatasan yang akan digunakan, termasuk kemungkinan berdasarkan kelompok desil masyarakat atau karakteristik kendaraan.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan Pertalite bagi masyarakat pada desil 9-10 masih menunggu validasi data.

Pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap ketepatan pembagian desil sebelum kebijakan diterapkan. Validasi tersebut dinilai penting agar subsidi tidak salah sasaran.

Dengan pengembangan biometrik dan pembaruan basis data, pemerintah dan Pertamina berupaya membuat sistem penyaluran subsidi energi semakin terukur sekaligus mengurangi peluang penyalahgunaan.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait