JurnalLugas.Com – PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE), sebagai salah satu emiten perantara perdagangan efek, baru-baru ini mengumumkan akuisisi PT Tanjung Lesung Resort sebagai bagian dari strategi investasinya. Nilai investasi tersebut mencapai Rp55 miliar, yang telah dibayarkan seluruhnya dan mewakili 51.923 saham atau sekitar 98% kepemilikan. Informasi ini diungkap dalam laporan keuangan YULE untuk kuartal I-2024, yang diakses pada Rabu (5/6).
Meski investasi ini sudah dibayarkan, Direktur YULE, Agustinus Sumandar, menjelaskan bahwa transaksi tersebut masih tercatat sebagai uang muka investasi. Hal ini dikarenakan Akta Jual Beli Saham antara pihak pembeli dan penjual belum terlaksana.
“Namun, sehubungan dengan belum terlaksananya Akta Jual Beli Saham antara pihak pembeli dan penjual, transaksi ini masih tercatat sebagai uang muka investasi,” kata Agustinus dalam sebuah paparan publik belum lama ini.
Setelah akta jual beli tersebut terbit, PT Tanjung Lesung Resort secara resmi akan menjadi anak usaha dari YULE. Agustinus menambahkan bahwa laporan keuangan perusahaan properti ini akan secara otomatis dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan YULE setelah proses tersebut selesai.
Meskipun demikian, YULE akan tetap fokus pada core bisnisnya di bidang sekuritas sesuai dengan lisensi yang dimilikinya, yakni sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE).
“Pengembangan maupun strategi marketing dan lainnya, kami serahkan kepada PT Tanjung Lesung Resort untuk pengembangan bisnis mereka,” jelas Agustinus.
Pada kuartal I-2024, YULE mencatatkan kerugian sebesar Rp24,36 miliar, yang menekan rugi per saham dasar menjadi Rp15,44 per saham. Kondisi ini disebabkan oleh kerugian dari perdagangan efek yang diperkirakan mencapai Rp18,6 miliar, berdasarkan laporan keuangan akhir Maret.
Dengan akuisisi ini, YULE berharap dapat memperkuat posisi investasinya dan membuka peluang baru di sektor properti, meski tetap mempertahankan fokus pada bisnis inti di bidang sekuritas. Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam diversifikasi portofolio dan optimalisasi aset untuk jangka panjang.






