PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) Pendapatan 1.584% Laba Rp10,36 Miliar Pasca Akuisisi Tjokro Group

Akuisisi saham perusahaan
Foto : Ilustrasi Akuisisi Saham Perusahaan

JurnalLugas.Com — Perubahan arah bisnis sering kali menjadi penentu hidup-matinya sebuah perusahaan. Hal itu kini tengah dijalani PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), yang memasang target agresif pada 2026 setelah masuk ke dalam kendali investor baru.

Di bawah kepemilikan PT PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari Tjokro Group, GPSO tidak sekadar melakukan perbaikan kinerja—melainkan merombak fondasi bisnisnya secara menyeluruh. Tahun 2026 dijadikan titik balik untuk keluar dari tekanan finansial sekaligus membangun identitas baru sebagai pemain industri mekanikal terpadu.

Bacaan Lainnya

Lompatan Target: Dari Miliaran ke Puluhan Miliar

Manajemen GPSO menargetkan pendapatan mencapai Rp92,47 miliar pada 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan realisasi 2025 yang hanya Rp5,49 miliar. Artinya, terdapat lonjakan lebih dari 15 kali lipat dalam waktu satu tahun.

Tak hanya itu, perusahaan juga membidik laba bersih sebesar Rp10,36 miliar. Target ini menjadi sinyal kuat pembalikan kinerja, mengingat pada tahun sebelumnya GPSO masih mencatatkan kerugian Rp3,18 miliar.

Dalam keterangan internal yang diringkas, manajemen menyebut strategi ini bertumpu pada efisiensi operasional, penguatan lini bisnis inti, serta optimalisasi aset baru yang akan segera diintegrasikan.

Baca Juga  IHSG Anjlok ke 6.896 Pagi Ini Saham LQ45 Turun 0,54 Persen Investor Was-was

Akuisisi dan Perubahan Arah Bisnis

Momentum transformasi GPSO bermula pada 16 Oktober 2025, ketika PT PIMSF Pulogadung resmi mengakuisisi 303 juta saham atau setara 45,45 persen kepemilikan. Masuknya pemegang saham pengendali baru membawa visi berbeda: menggeser fokus bisnis dari perdagangan dan jasa survei menjadi industri manufaktur komponen.

GPSO kini bersiap masuk ke sektor:

  • Industri komponen sepeda motor
  • Real estate
  • Perdagangan mesin industri
  • Produksi berbasis machining dan pengecoran logam

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem “one stop solution for mechanical” yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sebagai tahap awal, perusahaan akan mengakuisisi aset milik PT Jakarta Indah Casting berupa lahan industri seluas 15.400 meter persegi di Bekasi, lengkap dengan fasilitas pabrik dan mesin produksi besi tuang. Akuisisi ini dinilai krusial untuk mempercepat transisi menuju sektor manufaktur.

Peluang dari Infrastruktur dan Teknologi

Prospek GPSO tidak hanya bertumpu pada restrukturisasi internal, tetapi juga didukung oleh kondisi eksternal yang dinilai kondusif. Pertumbuhan ekonomi global yang stabil serta percepatan pembangunan nasional menjadi katalis utama.

Di dalam negeri, proyek infrastruktur masih menjadi tulang punggung ekonomi. Pemerintah terus menggenjot pembangunan jalan tol, bendungan, kawasan industri, hingga proyek energi dan pertambangan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Seluruh proyek tersebut membutuhkan dukungan teknologi geospasial dan peralatan survei modern seperti:

Baca Juga  Hypefast Siap Melantai di Bursa, Targetkan IPO Pertengahan 2027
  • GNSS (Global Navigation Satellite System)
  • LiDAR
  • Drone pemetaan
  • Peralatan geoteknik

Kebutuhan ini membuka peluang pasar yang tetap relevan bagi GPSO, meskipun perusahaan mulai melakukan diversifikasi ke sektor manufaktur.

Posisi Strategis di Tengah Transformasi Industri

Selain faktor proyek nasional, tren efisiensi dan digitalisasi di sektor konstruksi serta pertambangan juga memperbesar kebutuhan terhadap layanan berbasis teknologi presisi tinggi.

Manajemen GPSO menilai kombinasi pengalaman, portofolio proyek, dan kapabilitas teknis yang dimiliki saat ini menjadi modal penting untuk bersaing. Perusahaan juga berkomitmen memperkuat teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kualitas layanan.

Transformasi ini bukan tanpa risiko, namun menjadi langkah yang dinilai perlu untuk keluar dari tekanan dan masuk ke fase pertumbuhan baru.

Jika strategi berjalan sesuai rencana, 2026 bisa menjadi tahun pembuktian bagi GPSO dari perusahaan yang sempat merugi menjadi entitas industri dengan fondasi bisnis yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: https://jurnallugas.com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait