Akuisisi SMS Development Bisa Bikin Laba RATU Melonjak Dua Kali Lipat

JurnalLugas.Com — PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tengah menyiapkan langkah ekspansi besar yang diproyeksikan mengubah struktur bisnis perusahaan dalam lima tahun ke depan. Emiten sektor energi tersebut menargetkan lonjakan laba hingga 117 persen sepanjang periode 2026-2030 setelah rencana akuisisi SMS Development Ltd direalisasikan.

Langkah korporasi ini dipandang sebagai strategi agresif RATU untuk memperkuat pijakan di sektor hulu minyak dan gas bumi nasional, sekaligus memperbesar sumber pendapatan jangka panjang dari aset migas strategis.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan proyeksi internal perseroan, transaksi akuisisi tersebut diperkirakan mampu menyumbang tambahan laba bersih kumulatif mencapai USD72,34 juta dalam kurun lima tahun mendatang. Kinerja itu terutama akan ditopang kontribusi dari entitas asosiasi Husky-CNOOC Madura Ltd yang memiliki portofolio aset migas bernilai strategis di Indonesia.

Baca Juga  IHSG dan LQ45 Meroket! Begini Pergerakan Saham di BEI pada Pagi Ini

Manajemen perusahaan menilai, ekspansi ini bukan sekadar aksi penambahan aset, melainkan bagian dari transformasi bisnis untuk meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh.

“Langkah akuisisi ini diharapkan memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan dari sektor hulu migas,” ujar manajemen dalam keterangannya.

Untuk mendukung transaksi tersebut, RATU berencana memanfaatkan fasilitas pembiayaan perbankan senilai USD109,2 juta dengan tenor selama 75 bulan. Meski demikian, proses fasilitas pinjaman masih berada dalam tahap finalisasi dan belum resmi diteken.

Di sisi lain, aksi ekspansi ini juga diperkirakan membawa perubahan signifikan terhadap struktur keuangan perusahaan. Total aset RATU diproyeksikan melonjak hingga 163 persen menjadi sekitar USD184 juta setelah akuisisi selesai dilakukan.

Namun, peningkatan aset itu akan dibarengi kenaikan liabilitas yang jauh lebih agresif. Total kewajiban perusahaan diperkirakan naik 548 persen menjadi USD126 juta. Kondisi tersebut membuat rasio Debt-to-Equity Ratio (DER) perseroan diprediksi meningkat dari 0,38 kali menjadi 2,18 kali.

Baca Juga  Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Ditetapkan sebagai Saham Tidak Likuid oleh BEI dan Masuk Papan Pemantauan Khusus (PPK)

Meski rasio utang meningkat tajam, pasar menilai langkah ini masih dalam koridor ekspansi wajar bagi perusahaan energi yang sedang memperbesar kapasitas produksi dan kepemilikan aset strategis.

Analis menilai keberhasilan akuisisi akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga arus kas operasional dan optimalisasi kontribusi dari aset migas yang diakuisisi. Jika terealisasi sesuai target, RATU berpotensi menjadi salah satu emiten energi dengan pertumbuhan laba paling agresif dalam beberapa tahun ke depan.

Kunjungi juga berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Kardi)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait