JurnalLugas.Com – Pada Kamis, 4 Juli 2024, Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia mengalami insiden kebocoran bahan kimia yang terjadi di area fasilitas perawatan pesawat. Akibat insiden ini, sebanyak 20 karyawan bandara mengalami masalah kesehatan seperti pusing dan segera mendapatkan perawatan medis.
Juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Malaysia menyatakan bahwa tidak ada gangguan terhadap operasional bandara akibat kejadian ini. Meskipun penyebab kebocoran tidak dijelaskan secara rinci, juru bicara tersebut menegaskan bahwa dampak insiden ini tidak besar dan tidak ada risiko terhadap keamanan publik.
Insiden ini dilaporkan ke Departemen Pemadam Kebakaran menjelang tengah hari. Petugas pemadam kebakaran bersama dengan tim bahan berbahaya segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi tersebut. Menurut juru bicara, semua yang terkena dampak adalah personel bandara.
Dalam pernyataannya, juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran memastikan bahwa langkah-langkah pengamanan telah diambil untuk mencegah risiko lebih lanjut dan situasi saat ini berada di bawah kendali.






