JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap setiap warga negara Israel yang diketahui berada di Malaysia.
Kebijakan tersebut disampaikan di tengah penyelidikan atas dugaan keberadaan seorang warga Israel yang disebut terlibat dalam aktivitas komunitas startup di Negara Bagian Johor.
Menurut Anwar, aparat pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar.
Apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya warga Israel yang berada di Malaysia tanpa dasar yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, tindakan deportasi akan segera dilakukan.
“Apabila ditemukan ada warga Israel, pemerintah akan segera mendeportasi karena Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Anwar, Rabu (15/7/2026).
Investigasi Berawal dari Dugaan Aktivitas di Johor
Kasus ini mencuat setelah Pemerintah Negara Bagian Johor meminta pemerintah pusat menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam kegiatan Network School, sebuah komunitas yang bergerak di bidang startup dan inovasi.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Kementerian Dalam Negeri Malaysia langsung membuka penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus meneliti apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan keimigrasian maupun ketentuan keamanan nasional.
Hingga kini, identitas individu yang menjadi objek penyelidikan belum dipublikasikan.
Otoritas juga belum menjelaskan secara rinci bentuk aktivitas yang diduga dilakukan oleh orang tersebut.
Imigrasi Periksa Ratusan Warga Asing
Di tengah proses investigasi, Departemen Imigrasi Malaysia menggelar pemeriksaan terhadap 266 warga negara asing yang berada di kawasan Forest City, Johor.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh penghuni asing memiliki dokumen perjalanan dan izin tinggal yang masih berlaku sesuai ketentuan hukum Malaysia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, seluruh individu yang diperiksa dinyatakan memiliki dokumen keimigrasian yang sah sehingga tidak ditemukan pelanggaran administratif.
Belum Dipastikan Berkaitan dengan Kasus Warga Israel
Meski pemeriksaan dilakukan di wilayah yang sama, otoritas Malaysia belum memberikan kepastian apakah operasi tersebut memiliki hubungan langsung dengan penyelidikan terhadap dugaan keberadaan warga Israel di lingkungan Network School.
Pemerintah menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan seluruh temuan akan diproses sesuai peraturan yang berlaku.
Malaysia Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri
Malaysia selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Kebijakan tersebut juga tercermin dalam aturan keimigrasian yang membatasi masuknya pemegang paspor Israel ke wilayah Malaysia, kecuali dalam kondisi tertentu yang memperoleh persetujuan khusus dari pemerintah.
Pernyataan Anwar kembali menegaskan posisi resmi Kuala Lumpur dalam menjalankan kebijakan luar negeri sekaligus menjaga penerapan aturan keimigrasian di dalam negeri.
Perkembangan penyelidikan ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut isu keamanan nasional dan kebijakan diplomatik Malaysia terhadap Israel.
Ikuti berita internasional, politik, dan kebijakan terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






