JurnalLugas.Com – Sejak awal agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada 7 Oktober 2023, dunia menyaksikan dampak tragis terhadap sektor pendidikan Palestina. Data resmi dari Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina mencatat bahwa sebanyak 12.329 siswa telah kehilangan nyawa, sementara 20.160 lainnya mengalami luka-luka. Konflik ini tidak hanya menciptakan kehancuran fisik, tetapi juga mengguncang masa depan generasi muda Palestina.
Korban Jiwa dan Kerusakan di Jalur Gaza dan Tepi Barat
Dalam pernyataan resminya pada 14 Januari 2025, kementerian melaporkan bahwa:
- Di Jalur Gaza, lebih dari 13.054 siswa tewas dan 21.320 lainnya terluka akibat agresi militer Israel.
- Di Tepi Barat, sebanyak 123 siswa terbunuh, 671 lainnya terluka, dan 560 siswa ditangkap oleh pasukan pendudukan.
Selain siswa, 657 guru dan administrator sekolah kehilangan nyawa, serta 3.904 lainnya mengalami luka-luka di kedua wilayah tersebut. Bahkan, 165 individu di Tepi Barat juga ditahan, menciptakan ketegangan yang meluas di kalangan pendidik.
Kerusakan Infrastruktur Pendidikan
Serangan Israel juga mengakibatkan kehancuran besar pada infrastruktur pendidikan. Berdasarkan data kementerian:
- 324 sekolah negeri, universitas, dan gedung-gedung pendidikan di Gaza dibom dan dirusak. Dari jumlah tersebut, 128 sekolah hancur total dan 57 lainnya rusak sebagian.
- Di Tepi Barat, 109 sekolah dan 7 universitas mengalami kerusakan parah akibat serangan.
Selain itu, 65 sekolah yang berafiliasi dengan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga menjadi target serangan, memperburuk situasi pendidikan di wilayah tersebut.
Dampak Terhadap Siswa
Lebih dari 788.000 siswa di Jalur Gaza tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka sejak awal agresi. Kondisi ini diperburuk oleh trauma psikologis yang dialami siswa akibat kekerasan dan serangan yang terus berlangsung. Ancaman di wilayah seperti Jenin dan Tulkarm menambah ketidakpastian bagi para siswa, yang bahkan merasa tidak aman di dalam lingkungan sekolah mereka.
Krisis ini menjadi tantangan besar bagi masa depan pendidikan Palestina. Kehancuran infrastruktur, korban jiwa, dan trauma mendalam yang dirasakan oleh generasi muda memerlukan perhatian global. Solusi dan dukungan internasional sangat dibutuhkan untuk mengakhiri penderitaan ini dan memulihkan hak pendidikan bagi seluruh siswa Palestina.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai isu-isu global dan pendidikan, kunjungi Jurnal Lugas.






