JurnalLugas.Com – Saham growth atau growth stock adalah saham dari perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri.
Saham ini umumnya tidak membagikan dividen secara signifikan karena keuntungan yang diperoleh lebih sering digunakan untuk ekspansi bisnis.
Investor yang memilih saham growth biasanya mengincar keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dalam jangka panjang. Saham jenis ini sering ditemukan dalam industri teknologi, kesehatan, dan sektor inovatif lainnya.
Teori Saham Growth
Teori saham growth berkaitan erat dengan analisis fundamental yang menekankan pada pertumbuhan pendapatan, laba bersih, serta keunggulan kompetitif perusahaan. Beberapa konsep utama dalam teori saham growth meliputi:
- Teori Pertumbuhan Gordon (Gordon Growth Model – GGM)
Model ini digunakan untuk menilai harga saham berdasarkan proyeksi dividen yang terus meningkat seiring waktu. Rumusnya adalah: [
P = \frac{D_1}{r – g}
] Di mana:
- P = Harga saham
- D₁ = Dividen tahun depan
- r = Tingkat pengembalian yang diharapkan
- g = Tingkat pertumbuhan dividen Namun, karena saham growth sering tidak membayar dividen, model ini lebih sering digunakan untuk menilai saham value.
- Teori Investasi oleh Philip Fisher
Fisher menekankan pentingnya memilih perusahaan dengan inovasi tinggi dan manajemen yang kuat. Ia juga menekankan analisis terhadap prospek industri dan keunggulan kompetitif jangka panjang. - Strategi CAN SLIM oleh William J. O’Neil
Strategi ini menekankan tujuh faktor utama dalam pemilihan saham growth:
- Current earnings (pendapatan saat ini)
- Annual earnings growth (pertumbuhan laba tahunan)
- New product, service, or management (inovasi baru)
- Supply and demand (penawaran dan permintaan saham)
- Leader or laggard (apakah saham merupakan pemimpin industri)
- Institutional sponsorship (dukungan investor institusional)
- Market direction (tren pasar secara keseluruhan)
Contoh Saham Growth
Beberapa contoh saham growth yang terkenal berasal dari perusahaan teknologi, kesehatan, dan industri disruptif lainnya. Berikut beberapa contohnya:
- Apple Inc. (AAPL)
Saham Apple terus tumbuh berkat inovasi di produk seperti iPhone, Mac, dan layanan digitalnya. - Tesla Inc. (TSLA)
Tesla mengalami pertumbuhan pesat berkat dominasi di pasar kendaraan listrik dan pengembangan teknologi energi bersih. - Amazon.com Inc. (AMZN)
Amazon terus berkembang dengan bisnis e-commerce, layanan cloud (AWS), dan ekspansi ke berbagai sektor baru. - NVIDIA Corporation (NVDA)
NVIDIA tumbuh pesat dengan dominasi di sektor GPU, kecerdasan buatan, dan komputasi awan. - Meta Platforms Inc. (META, sebelumnya Facebook)
Meta terus berkembang dengan ekosistem media sosial, metaverse, dan iklan digitalnya.
Saham growth merupakan pilihan investasi menarik bagi mereka yang mencari pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang. Namun, saham ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan saham value karena sering kali memiliki valuasi tinggi dan sensitif terhadap kondisi pasar.
Sebelum berinvestasi dalam saham growth, penting untuk melakukan riset mendalam, memahami strategi investasi, serta mempertimbangkan faktor risiko. Dengan pendekatan yang tepat, saham growth bisa menjadi pilihan yang menguntungkan dalam portofolio investasi.
Baca lebih banyak berita investasi di JurnalLugas.com






